Aksi Ambil Untung Warnai Pasar Modal

Aksi profit taking yang masih mewarnai pasar membuat laju IHSG masih berada di zona merah seiring imbas laju bursa saham AS dan Eropa yang sebelumnya bergerak di zona negatif. Apalagi laju nilai tukar rupiah yang kembali melemah, semakin menambah sentimen negatif. Akan tetapi, pelemahan yang terjadi tidak sedalam sehari sebelumnya dan paling tidak utang gap 4393-4398 sudah tertutupi.

Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada menjelaskan, imbas kebijakan pemerintah yang membatasi eskpor bahan mentah berdampak pada penguatan harga komoditas global dan berimbas pada kenaikan saham-saham pertambangan,”Begitu pun dengan penguatan beberapa saham perbankan dan industri dasar setelah BI menyatakan rasio NPL perbankan mulai mereda. Tetapi derasnya aksi jual menutupi sentimen positif tersebut”, ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4429,57 (level tertingginya) di awal sesi dan menyentuh level 4391 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4412,228. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Selain terpengaruh dengan kenaikan US$, laju nilai tukar rupiah turut terpengaruh dengan pernyataan pejabat Kemenkeu bahwa inflasi inti di tahun ini dapat lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya sehingga kebijakan ketat masih akan diperlukan.

Pada perdagangan Senin (20/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4375-4395 dan resistance 4425-4438. Berpola menyerupai spinning di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD mulai tertahan uptrend nya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai downreversal.

IHSG sempat berada di kisaran target support (4385-4400) sehingga telah menutup utang gap 4393-4398. Masih ada utang gap di 4270-4292 sehingga laju IHSG masih akan variatif. Diharapkan aksi sell off dapat mereda sehingga IHSG tidak semakin melemah menuju utang gap tersebut.

Pertimbangan saham-saham adalah BBRI Spt8050-8125 Rst8425-8475|Bullish harami di bawah UBB|Trd buy slm up8275, PTBA Spt9200-9325 Rst9525-9550|White marubozu. RSI upreversal|Trd buy slm up9425, TAXI Spt1560-1585 Rst1660-1675|Bullish engulfing. Stochastic masih uptrend|Trd buy slm up1635, HRUM Spt2415-2435 Rst2475-2490|Doji star dekati middle bollinger band|Trd buy slm up2435.

Lainnya adalah BMRI 8600-8850|Trd buy slm up8725, INCO 2575-2630|Trd sell jika 2610 gagal bertahan, PGAS 4260-4415|Trd buy slm up4375, RALS 1190-1300|Trd buy slm up1270, SCMA 2555-2625|Trd buy slm up2590.

Sementara selama sepekan ke depan, dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang Support 4280-4345 dan Resisten 4448-4474. IHSG membentuk pola menyerupai morning star di atas middle bollinger bands. MACD mencoba naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba uptrend terbatas. Laju IHSG memiliki low di atas target resisten (4268-4289). Level tersebut menunjukkan aksi beli yang cukup signifikan angkat IHSG dan membentuk tren kenaikan. Tetapi, juga meninggalkan utang gap 4270-4292 yang membuat rawan untuk profit taking.“Waspadai adanya pelemahan jika sentimen yang ada kurang mendukung untuk menciptakan tren penguatan lanjutan”, katanya.

Adapun beberapa saham yang dapat diperhatikan a.l: LSIP, SMGR, BBCA, CMNP, BMTR, BWPT, HRUM, SMCB, UNVR, JMSR, ADRO, GJTL, LPKR. (nurul)

Related posts