Saham Tunas Alfin Terkerek 9,6% - Kembali Melantai di Bursa

NERACA

Jakarta – Tecatat kembali sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Tunas Alfin Tbk (TALF) pada pembukaan perdagangan langsung menguat 9,6% dari harga penawaran Rp395 per saham. Emiten yang bergerak dibidang manufaktur tersebut saat pembukaan perdagangan Jumat (17/1) langsung naik diatas harga penawaran Rp395 per saham menjadi Rp433 perlembar saham. Sempat menyentuh level tertingginya yaitu Rp447 per saham.

Perseroan merupakan perusahaan yang melakukan pencatatan saham kembali (relisting) di BEI. Dalam aksinya tersebut, perseroan mencatatkan 1,35 triliun saham yang terdiri dari 1,083 triliun saham pendiri dan 270 juta saham publik.

Harga penawaran saham TALF dipatok pada angka Rp395 per lembar sahamnya dengan nilai nominal saham sebesar Rp100 per saham. Perseroan resmi delisting sejak 1 Desember 2009 karena adanya merger antara Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) pada tahun 2007.

Sehari sebelum pencatatan, BEI menyatakan PT Tunas Alfin Tbk akan melakukan pencatatan saham kembali setelah memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan. Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan bahwa perseroan telah siap melakukan pencatatan saham kembali.

BEI sempat menyatakan rencana Tunas Alfin melakukan relisting terbentur belum dilengkapinya dokumen persyaratan-persyaratan yang ditetapkan. Dokumen-dokumen tersebut terkait penjelasan saham terbaru, jumlah dan harga saham yang dicatatkan.

“Tunas Alfin telah memberikan penjelasan terkait berapa pihak (pemegang sahamnya). Dia menyampaikan nanti akan ada sekitar 800 pihak. Artinya, Tunas Alfin siap listing di papan pengembangan. Kami menilai perusahaan ini bagus, jadi kami mengizinkan Tunas Alfin untuk listing kembali di pasar modal”, jelasnya.

Dalam aksinya, Tunas Alfin menetapkan harga penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) Rp395 per saham. Adapun, jumlah saham yang dilepas sebanyak 270 juta saham. Artinya, calon emiten baru dengan muka lama TALF itu menargetkan dapat memperoleh dana segar Rp106,65 miliar.

Perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Securities selaku penjamin pelaksana emisi efek (underwriter). Setelah memperoleh praefektif 31 Desember 2013, Tunas Alfin menggelar masa penawaran mulai 3-9 Januari 2014. Dan akhirnya mencatatkan sahamnya kembali di bursa pada 17 Januari 2014.

Sebelumnya, Tunas Alfin pernah tercatat di Bursa Efek Surabaya pada 12 Februari 2001 dengan saham Tunas Alfin Kelas A (TALFA) dan Tunas Alfin Kelas B (TALFB). Saham kelas A memiliki hak suara pada RUPS, sedangkan saham kelas B tidak memiliki hak suara pada RUPS.

Berdasarkan laporan keuangan 2008, jumlah saham kelas A sebanyak 1.350.000.00 lembar (dipegang Proentreprise Holding Ltd.) dan kelas B sebanyak 3.435.000 lembar (dipegang karyawan). Kemudian, pada 1 Desember 2009, Tunas Alfin delisting dari bursa seiring bergabungnya Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Diketahui, Tunas Alfin melakukan merger saham kelas A dan B pada Desember 2013, dengan rasio 1:1. Artinya, setiap satu saham Tunas Alfin Seri A (TALF A) akan mendapat satu saham baru PT Tunas Alfin Tbk. (TALF), sedangkan setiap 1 saham Tunas Alfin Seri B (TALF B) akan mendapat satu saham baru PT Tunas Alfin Tbk. (nurul)

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Perdagangan Saham SURE

Setelah masuk dalam kategori saham unusual market activity (UMA) atau pergerakan harga saham di luar kebiasaan, kini PT Bursa Efek…

Sandiaga Lepas 30,1 Juta Saham Saratoga - Danai Kampanye Pilpres 2019

NERACA Jakarta – Calon wakil presiden 2019, Sandiaga Salahuddin Uno kembali melepas kepemilikan sahamnya di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk…

Nusantara Properti Incar IPO Rp 200 Miliar - Lepas Saham Ke Publik 25%

NERACA Jakarta – Di saat beberapa perusahaan menunda rencana IPO hingga tahun depan, namun ada sebagian perusahaan yang tetap keukeuh…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…