Pantang Menyerah Lorena Go Public - Kembali Perlengkap Dokumen

NERACA

Jakarta – Setelah sempat tertunda rencana IPO PT Eka Sari Lorena Transport di tahun lalu, lantaran belum memenuhi persyaratan yang ditentukan otoritas bursa. Kali ini, perusahaan jasa transportasi tersebut kembali mengajukan rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Hoesen mengungkapkan, PT Eka Sari Lorena kembali mengajukan permohonan IPO,”Lorena mengganti buku keuangannya dari sebelumnya Maret 2013 menjadi September 2013. Ganti buku, maka manajemen kembali melakukan paparan mini (presentasi) ke Bursa lagi," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Hoesen menceritakan bahwa pada saat awal melakukan izin IPO, manajemen Lorena belum memenuhi beberapa syarat IPO yang sesuai dan melebihi batas waktu yang ditetapkan Bursa. Saat ini, lanjutnya, perseroan mengajukan kembali permohonan IPO. Dimana jika proses IPO-nya berjalan lancar, maka akhir Maret atau April tahun ini akan segera listing di papan bursa.

Asal tahu saja, sejatinya Lorena bakal listing di bursa pada semester pertama tahun 2013. Namun rencana tersebut tertunda karena perseroan belum mendapatkan izin IPO dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lorena merencanakan melepas saham ke publik sebanyak-banyaknya 42,7% atau setara dengan 750 juta saham. Dana hasil IPO nantinya akan digunakan untuk mengembangkan usahanya, seperti pembelian bus.

Rupanya bukan Lorena saja yang tertunda IPO-nya gara-gara belum lengkapnya persyaratan yang ditentukan. Hal yang sama juga dialami perusahaan taksi Blue Bird. Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Pasar Modal, Nurhaida pernah bilang, Blue Bird sedang mengalami gugatan hukum dari pihak tertentu yang membuat persyaratan kelengakapan dokumennya terlambat. Meski Blue Bird tetap dalam posisi tergugat, namun Nurhaida memastikan OJK tetap akan memproses pendaftaran IPO apabila dapat melengkapi dokumen pendaftaran, “Jadi bukan karena mereka tergugat dan kita jadi tergugat secara hukum juga, namun memang dokumennya mereka belum dapat siapkan,’tandasnya.

Terlepas dari belum lengkapnya persyaratan IPO, Direktur Utama BEI, Ito Warsito menegaskan, kondisi pasar modal Indonesia tahun ini lebih sehat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, saat ini banyak minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di bursa melalui IPO.

Awal tahun ini saja, BEI mencatat suda ada empat perusahaan telah mencatatkan saham perdana di BEI, dan satu saham perusahaan yang dicatatkan kembali (relisting) sehingga total perusahaan tercatat sebanyak 488 emiten,”Antusiasme perusahaan masuk ke pasar modal masih tinggi, perusahaan yang tahun lalu menunda untuk IPO, mereka akan kembali lagi,”tuturnya. (bani)

Related posts