Awali Pekan Ini, IHSG Berpeluang Menguat

NERACA

Jakarta - Curah hujan yang tinggi di akhir pekan kemarin, memaksa investor untuk tidak banyak melakukan transaksi saham. Alhasil, sepinya transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin memicu terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG). Menutup perdangan, indeks BEI ditutup melemah 0,261 poin (0,01%) ke level 4.412,228. Sementara Indeks LQ45 berkurang 1,045 poin (0,14%) ke level 745,340.

Aksi ambil untung yang terjadi menghambat penguatan indeks.

Analis Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, sebagian pelaku pasar mencoba untuk melakukan aksi ambil untung, sementara sebagian lainnya masih tetap mengakumulasi saham, “Beberapa pelaku pasar asing cenderung keluar dari pasar, tercatat investor asing membukukan 'net sel'," katanya di Jakarta, kemarin.

Dalam data Bursa Efek Indonesia, pelaku pasar asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) senilai Rp21,919 miliar. Sementara analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan, secara teknikal koreksi indeks BEI pada akhir pekan berpotensi kembali terjadi pada perdagangan selanjutnya., “Setelah mengalami penguatan dalam beberapa hari terakhir, realitas koreksi membayangi pelaku pasar,"ujarnya.

Dirinya memprediksikan, indeks BEI Senin awal pekan akan kembali balik arah bergerak menguat, Beberapa saham yang layak diperhatikan antara lain, Tower Bersama Infrastructure (TBIG), Jasa Marga (JSMR), Astra Agro Lestari (AALI), Telekomunikasi Indonesia (TLKM).

Perdagangan kemarin berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 176.555 kali pada volume 4,244 miliar lembar saham senilai Rp 4,025 triliun. Sebanyak 156 saham naik, sisanya 108 saham turun, dan 97 saham stagnan

Bursa-bursa di Asia diawal perdagangan seluruhnya terjebak di zona merah, menutup perdagangan akhir pekan mixed setelah bursa Hong Kong bisa mencetak poin. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 1.000 ke Rp 26.000, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 325 ke Rp 9.475, Bank of India (BSWD) naik Rp 325 ke Rp 1.625, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 300 ke Rp 19.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 75.500 ke Rp 1,07 juta, Inti Agri (IIKP) turun Rp 550 ke Rp 1.650, Lionmesh (LMSH) turun Rp 500 ke Rp 7.000, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 375 ke Rp 6.925.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melemah tipis 1,095 poin (0,02%) ke level 4.411,394. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,623 poin (0,08%) ke level 745,762. Tekanan jual di saham-saham lapis dua yang diawal sudah menekan pergerakan indeks. Sektor aneka industri terkena koreksi paling dalam, hampir mencapai empat persen.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 86.449 kali pada volume 1,703 miliar lembar saham senilai Rp 1,738 triliun. Sebanyak 107 saham naik, sisanya 121 saham turun, dan 86 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 550 ke Rp 25.550, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 375 ke Rp 15.575, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 225 ke Rp 9.375, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 200 ke Rp 19.200. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 350 ke Rp 6.950, Matahari (LPPF) turun Rp 200 ke Rp 11.650, Indomobil (IMAS) turun Rp 125 ke Rp 5.100, dan SMART (SMAR) turun Rp 100 ke Rp 6.900.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 4,12 poin atau 0,09% menjadi 4.408,37. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,06 poin (0,14%) ke level 745,32. Disebutkan, laju IHSG kembali tersendat menyusul posisi pelaku pasar yang mengambil posisi ambil untung.

Disamping itu, pergerakan IHSG juga dipengaruhi sentimen negatif dari bursa regional yang mayoritas mengalami koreksi. Di sisi lain, nilai tukar rupiah yang cenderung negatif menambah sentimen negatif bagi pasar saham. Karena itu, indeks BEI sempat diproyeksikan oleh pelaku pasar akan berada di level 4.385--4.432 poin.

Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan koreksi yang terjadi bagi indeks BEI cenderung bersifat sementara karena pemodal hanya ingin memperoleh keuntungan yang sifatnya jangka pendek,”Prospek ekonomi Indonesia akan lebih baik. BI memprediksikan neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2013 surplus sebesar US$ 785 juta, sedikit lebih tinggi dibanding surplus pada November US$ 776,8 juta," kata Alfiansyah.

Menurut dia, membaiknya neraca transaksi perdagangan Indonesia ini tidak lepas dari semakin membaiknya harga komoditas setelah beberapa waktu belakangan mengalami penurunan. Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 85,59 poin (0,37%) ke level 22.900,82, indeks Nikkei turun 122,61 poin (0,78%) ke level 15.624,60 dan Straits Times melemah 20,50 poin (0,68%) ke posisi 3.119,15. (bani)

Related posts