Bank Ina Fokus Sektor Mikro

NERACA

Jakarta - PT Bank Ina Perdana Tbk mengaku akan meningkatkan laju pertumbuhan kredit dengan fokus kepada sektor mikro pada 2014. Direktur Utama Bank Ina, Perdana Edy Kuntardjo, mengatakan bahwa tambahan modal dari penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) akan digunakan untuk mendorong kredit mikro dikarenakan imbal hasilnya (yield) cukup tinggi dan memiliki risiko yang terkendali.

Dia juga mengemukakan, tingkat kredit macet (nonperforming loan/NPL) perusahaan juga cukup rendah berada di level 0,38% dan akan dijaga di bawah satu persen. "Dari sisi likuiditas, saat ini memang ketat. Namun kita punya 'customer base' yang kuat dan tingkat LDR (loan to deposit ratio) sekitar 87%," katanya di Jakarta, Kamis (16/1).

Edy Kuntardjo menambahkan, dana hasil IPO juga akan digunakan untuk masuk ke kelompok Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II. Tahun ini, Bank Ina mengincar pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1,47 triliun. "Per Desember 2013, nilai DPK perseroan sebesar Rp1,18 triliun. Tahun ini kami targetkan mampu tumbuh 20%-25%," ungkapnya.

Dalam aksi IPO tersebut, Bank Ina melepas sebanyak 520 juta saham atau sebesar 24,76% dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum dengan harga penawaran senilai Rp240 per lembar. Total dana yang diraih dari pelaksanaan IPO mencapai Rp124,8 miliar. Saham BINA tercatat ditutup naik sebesar Rp30 menjadi Rp270 per lembar saham pada Kamis (16/1). [ardi]

Related posts