Jelang IPO, BEI Dalami Bisnis WIKA Beton

NERACA

Jakarta – Rencana PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Beton go public, disambut baik PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Oleh karena itu, saat ini BEI tengah mendalami prospek bisnis dan kinerja perseroan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan, masih ada sejumlah informasi yang perlu diketahui publik agar dapat menjadi referensi bagi para calon investornya bila telah melantai di papan bursa,”Wika Beton yang memiliki aset sekitar Rp2 triliun lebih itu memang telah melakukan mini expose hari ini. Ada beberapa hal yang telah kami pertanyakan kepada manajemen Wika Beton sebelum melakukan IPO,”ujarnya di Jakarta, Kamis (16/1).

Sejumlah hal yang ditanyakan, diantaranya tujuan melakukan IPO, penggunaan dana hasil IPO, model bisnis dan prospek Wika Beton ke depan dan lainnya. Dia menjelaskan, otoritas Bursa saat ini tengah mendalami kinerja perseroan tersebut sebelum merestui menjadi perusahaan publik. "Kami masih melihat organisasinya, business plan-nya, model bisnisnya seperti apa, terus growth-nya bagaimana karena semua itu sangat penting bagi perusahaan untuk melangsungkan IPO nanti," tutur Hoesen.

Lebih lanjut dia mengatakan, Wika Beton harus memberikan informasi secara rinci sebelum melangsungkan IPO karena hal ini penting bagi perusahaan dan publik yang akan menyerap sahamnya,”Wika Beton belum menjelaskan secara rinci terkait rencananya melakukan IPO. Mereka akan segera merinci terlebih dahulu, setelah itu kembali ke Bursa dan OJK untuk mendapatkan pernyataan efektif,”ujarnya.

Sementara Direktur Keuangan Wika Beton Entus Asnawi M menyatakan, perusahaan menargetkan akan melepas sahamnya ke publik pada Maret 2014. Adapun saham yang bakal dilepas lebih dari 20%. Saat ini, WIKA Beton memiliki aset sekitar Rp2 triliun.

Kata Hoesen, dalam pelaksanaan IPO, WIKA Beton menggunakan buku keuangan September 2013 dan menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Sucorinvest Sentral Gani sebagai penjamin pelaksana emisi efek untuk pelaksanaan IPO.

WIKA Beton berencana menambah kapasitas pabriknya pada tahun ini menjadi 2,2 juta ton dari sebelumnya 2 juta ton. Perseroan juga berencana membangun pabrik di Lampung dan mengakuisisi di Kepulauan Riau dengan nilai sekitar Rp250 miliar. Sementara, belanja modal sepanjang tahun ini sebesar Rp1 triliun.

WIKA Beton saat ini 78,40% sahamnya merupakan miliki PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan menargetkan dapat mencetak laba bersih tahun ini sebesar Rp280 miliar. Perseroan sekarang memiliki delapan pabrik yang tersebar di Lampung, Makassar, Pasuruan, Boyolali, Majalengka, Karawang, Bogor, dan Medan. (bani)

Related posts