Pasar Diklaim Mulai Pulih Kembali

Kembalinya investor asing, dinilai PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai indikator mulai membaiknya kondisi pasar modal Indonesia. Kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito, dengan banyaknya adanya dana asing yang masuk ke pasar modal lagi, seperti pada perdagangan Rabu (15/1) sebesar Rp1,1 triliun, dan sehari sebelumnya mencapai Rp1,9 triliun, menjadikan pasar modal bergairah lagi, “Kini sentimen negatif berupa isu domestik dan global tidak menakutkan seperti sebelumnya”, katanya di Jakarta, Kamis (16/1).

Menurut dia, berbagai sentimen negatif ke pasar modal, terlihat sedikit demi sedikit sudah mulai menghilang. Sehingga hal ini mendorong kembali investor lokal dan asing masuk ke pasar modal Indonesia. Dia berharap tidak ada kejutan-kejutan negetif ke depannya yang akan membuat investor kembali dihantui rasa khawatir.“Yang mendorong asing masuk lagi adalah apa yang terjadi saat ini tidak separah yang diperkirakan sebelumnya. Walaupun ada pengurangan stimulus The Fed, tetapi tetap masih ada stimulus”, ungkapnya.

Sementara, Analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo menilai, pasar masih menunggu yang akan dilakukan The Fed pada 28-29 Januari mendatang. Aksi wait & see sebagian pelaku pasar karena pada tanggal tersebut The fed akan merumuskan kebijakan dan potensi AS dalam sinyal positif.“Kondisi ini nantinya akn mendorong pelaku pasar menilai bahwa kondisi pasar banyak spekulasi dan positif untuk Asia. Hal ini akan cenderung menguatkan indeks kita”, katanya.

Sehingga, tambah dia, dana asing (capital inflow) akan mulai masuk kembali ke pasar modal. Namun, besaran dana asing yang masuk belum bisa dalam jumlah besar hingga puluhan triliun. Hal ini disebabkan belum ada sinyal kuat yang dapat menarik investor asing untuk menginvestasikan dananya di pasar modal Indonesia.

Dia mengatakan, setelah laporan keuangan emiten kuartal pertama 2014 diumumkan, ada kemungkinan asing berani masuk lagi.“Apalagi jika hampir semua laporan keuangan emiten menghijau tentu akan menarik minat banyak investor dan menjanjikan kinerja emiten yang cukup baik sehingga akan ada dividen yang bagus unutk dibagikan”, jelasnya.

Meski begitu, dia mengingatkan bahwa masuknya asing masih bersifat sementara walaupun rapor emiten tidak merah. Ini disebabkan kondisi politik Indonesia yang dikhawatirkan memanas jika pemilihan presiden harus melalui putaran kedua.

Sedangkan Pengamat pasar modal dari Universitas Pancasila, Agus Irvani mengatakan bahwa periode Januari merupakan siklus yang disebut January effect, yaitu kondisi di mana investor mulai berani masuk lagi ke pasar.“Dalam kondisi normal, biasanya January effect terjadi bullish. Sementara di akhir Desember ada yang disebut yield end effect dimana terjadi banyak aksi profit taking sehingga indeks cenderung anjlok”, jelasnya.

Dia menambahkan, seharusnya pada periode pertengahan Januari sudah ada tanda-tanda indeks akan kembali bullish. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda tersebut walaupun investor asing sempat melakukan net buy hingga hampir Rp2 triliun dalam sehari.“Masuknya asing dengan transaksi besar perhari itu merupakan bagian dari siklus musiman”, katanya. (nurul)

Related posts