TAF Tawarkan Bunga Obligasi Maksimal 10,5%

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan pembiayaan kendaraan bermotor dan pengembangan usaha, PT Toyota Astra Financial Services menerbitkan penawaran umum obligasi berkelanjutan I Tahap I Toyota Astra Financial Services dengan tingkat bunga tetap tahap I tahun 2014 dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp600 miliar.

Perseroan memberikan dua seri obligasi yaitu Seri A dengan jangka waktu 370 hari kalender dengan tingkat bunga 8,6-9,6% per tahun. Untuk Seri B dengan tenor 3 tahun memiliki tingkat bunga 9,5-10,5%.

Presiden Direktur Toyota Astra Finance Buntoro Muljono mengatakan, bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi,”Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100 persen dari jumlah obligasi," kata dia di Jakarta, Kamis (16/1).

Menurutnya, penerbitan dalam mata uang rupiah ini merupakan implementasi untuk diversifikasi sumber pendanaan dengan tingkat bunga yang menarik, “Penggunaan dana akan dipakai untuk membiayai unit baru dan refinancing," ujar dia.

Untuk ekspansi tahun ini, lanjutnya, perseroan menargetkan pendanaan perbankan mencapai 76%. Sedangkan obligasi hanya 24%. Nilai obligasi saat ini lebih tinggi dari tahun lalu sebesar Rp1,2 triliun. Hal ini disebutnya karena pasar pembiayaan dalam kondisi cukup baik dan juga kebutuhan pasar mobil yang sedang tinggi.

Hal ini juga didukung tren mobil murah (LCGC) yang rencananya akan marak di tahun ini. Tahun lalu disebutnya target pembiayaan melampaui target walaupun tidak mencapai 10%. Sementara obligasi di tahun lalu mencapai oversubscribed dua kali lipat. "Tahun ini ditargetkan juga oversubscribed. Karena investor asing juga sangat berminat dengan obligasi kami. Tapi soal penjualan kami serahkan pada pasar saja," ujarnya.

Sebagai informasi, di tahun 2013, perseroan mencatatkan laba bersih Rp197 miliar atau naik 10,27% dari pencapaian 2012 sebesar Rp179 miliar. Kata Buntoro, kinerja keuangan yang baik, tercermin dari profitablitas yang sehat dan mengalami peningkatan di tengah kompetisi yang ketat. Perseroan meraih peringkat AAA Stable Outlook untuk obligasi berkelanjutan tahap I yang diterbitkan perseroan,”Kami dalam kondisi yang baik dan memiliki 27 kantor cabang di Indonesia," ujarnya.

Sampai saat ini, perseroan menerapkan sistem clean basis untuk seluruh kreditor sehingga tidak ada kreditor yang mendapat preferensi dari yang lainnya. Kondisi yang sama juga berlaku untuk obligasi senilai Rp600 miliar yang akan diterbitkan,”Dana yang didapat mayoritas akan digunakan untuk modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor. Penerbitan obligasi dalam rupiah merupakan strategi perseroan untuk diversifikasi sumber pendanaan dengan tingkat bunga yang menarik,”paparnya. (bani)

Related posts