Direspon Positif, Tiga Emiten Serempak Menghijau - Debut Pertama di Bursa

NERACA

Jakarta - Pencatatan saham perdana (listing) tiga emiten baru di pasar modal langsung menghijau. Sebagai emiten baru, ketiga perseroan ini mengandalkan dana hasil IPO untuk ekspansi bisnisnya. Ketiga emiten tersebut adalah PT bank Ina Perdana Tbk (BINA) yang menjadi emiten kedua di tahun 2014 ini, lalu ada PT Asuransi Mitra Maparya Tbk (ASMI) dan PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI).

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan, bertambahnya empat emiten baru sejak awal tahun ini, diharapkan dapat membuat pasar modal semakin bergairah. “Kami berharap tiga emiten baru ini membuat perdagangan semakin semarak dan menjadi pendorong saham di bursa”, ujarnya di Jakarta, Kamis (16/1).

Tercatat saham Bank Ina dibuka menguat 8% menjadi Rp260 per saham pada perdagangan Kamis (16/1). Dengan melepas sahamnya ke publik sebanyak 520 juta saham atau sebesar 24,76%, perseroan memperoleh dana dari penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) sekitar Rp124,80 miliar. Dengan modal dari IPO ini, perseroan menargetkan pertumbuhan rasio permodalan (CAR) meningkat sebanyak 5% menjadi 22%.

Direktur Utama perseroan Edy Kutardjo menjelaskan, melalui IPO tersebut modal disetor yang diperoleh sekitar Rp124,8 miliar. “Dengan modal disetor yang sudah ada saat ini sekitar Rp158 miliar, maka total modal disetor adalah Rp282,8 miliar. Kami juga menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 20% dari tahun lalu yang tumbuh 10%. Sedangkan Tambahan modal seluruhnya akan digunakan untuk menggenjot kredit tahun ini”, ungkapnya.

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya masih akan fokus menggarap sektor bisnis mikro, dengan anggapan bahwa sektor mikro masih memberikan imbal hasil yang besar bagi perseroan. Dia menilai return kredit mikro lebih besar dan risikonya lebih bisa dikontrol. Selain itu, pendapatan bunga yang diraih dari kredit mikrojuga disebutkan sebagai yang paling besar.

Selanjutnya ada PT Asuransi Mitra Maparya Tbk (ASMI) yang mengakui bahwa saham yang ditawarkan ke publik mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 57,92 kali pada masa penawaran (bookbuilding).

Presiden Direktur PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) Michael Steven yang bertindak sebagai penjamin emisi menjelaskan bahwa jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 402,78 juta saham biasa atas nama atau sebesar 29% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, sehingga memperoleh dana sebesar Rp108,75 miliar.

Saham ASMI pada pencatatan perdana saham dibuka Rp319 per saham atau naik 18%. Perseroan berencana mengalokasikan penggunaan dana hasil IPO sebanyak 65% digunakan untuk perluasan jaringan pemasaran, 15% untuk peningkatan teknologi komunikasi informasi, 10% untuk peningkatan pembinaan SDM dan sisanya 10% setelah dikurangi biaya-biaya emisi digunakan untuk promosi dan marketing.

Dengan perolehan dana IPO sebesar Rp108,75 miliar, perseroan menargetkan adanya pertumbuhan premi sebesar 30% pada tahun 2014. Sementara, pertumbuhan premi pada tahun 2013 melebihi perkiraan sebelumnya, mencapai 30% jika dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp212 miliar.

Presiden Direktur ASMI, Joseph D. Angkasa mengatakan, bahwa asuransi kendaraan bermotor masih menjadi pendukung utama dalam pertumbuhan perseroan di tahun ini. Kontribusi kendaraan bermotor hampir 60%, sementara properti dapat berkontribusi sekitar 15% dan sisanya disumbang dari asuransi lainnya seperti marine cargo dan kesehatan.

Untuk mendukungnya, perseroan menargetkan dapat membuka 2 kantor cabang baru pada tahun ini yang rencananya akan dibuka di Kalimantan Barat tepatnya Pontianak dan yang kedua direncanakan berlokasi di Indonesia bagian timur.

PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) berencana membeli 1 unit kapal Anchor Tug Handling Supply (AHTS) senilai US$6 juta dengan dana IPO yang diperolehnya. Komisaris perseroan, Yanuar Wijaya mengatakan, penambahan kapal bertujuan untuk meningkatkan pendapatan perseroan yang ditargetkan sebesar US$10 juta - US$15 juta.“Untuk membeli kapal dananya dari hasil IPO dan perbankan, untuk perbankan sudah ada pembicaraan dengan bank Mandiri. Kemungkinan kapal datang pada pertengahan tahun ini”, ungkapnya.

Saat ini perseroan memiliki 27 unit kapal Tunda, 5 unit AHT/Anchor Handling Tug Supply (AHTS), 26 unit kapal tongkang dan 2 unit Floating Crane. Penambahan kapal juga diklaim untuk mengimbangi meningkatnya permintaan penyewaan kapal. (nurul)

Related posts