XL Pastikan Jaringan Tidak Terganggu

Banjir bandang yang terjadi di Manado kemarin, memberikan dampak berarti bagi perekonomian masyarakat sekitar. Namun untuk komunikasi, PT XL Axiata Tbk (EXCL) memastikan layanan kepada pelanggan XL tetap beroperasi di sejumlah daerah yang terlanda banjir besar di Sulawesi Utara. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (16/1).

VP North Region XL, Habib Mustain mengatakan, problem utama di lapangan adalah terputusnya pasokan listrik PLN sehingga memaksa pada teknisi XL menggunakan genset cadangan, padahal solar untuk bahan bakar menjadi sulit didapat karena akses jalan yang terendam banjir, “Kami ingin memastikan layanan XL tetap beroperasi sehingga bisa ikut membantu penanganan bencana dan juga ikut menyalurkan bantuan bagi para korban,”ujarnya.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan keprihatinan dan simpati yang mendalam kepada warga Sulawesi Utara secara umum dan khususnya masyarakat terlanda bencana banjir di beberapa kabupaten/kota.

Habib menambahkan, saat ini tim XL di lapangan terus memantau situasi dan kondisi yang berkembang, termasuk mencari jalan untuk akses mendapatkan bahan bakar bagi genset BTS serta penyaluran donasi bagi korban. Menurutnya, hampir semua menara BTS telah dilengkapi dengan genset.

Namun, cadangan bahan bakar atas semakin menipis jika pasokan listrik tidak segera pulih. Banjir telah menyebabkan jalan tidak bisa dilalui di banyak daerah sehingga mempersulit upaya mendapatkan bahan bakar dan bahan pokok lainnya.

Ada total tidak kurang dari 200 BTS yang tersebar di kabupaten/kota di Sulawesi Utara, yaitu di Kota Manado, Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara dan Bitung. Sementara itu, jumlah pelanggan XL di Sulawesi Utara sebanyak 130 ribuan pelanggan, dan sekitar 90% atau sebanyak 120 ribuan di antaranya berada di Manado. Tidak lupa, XL akan membantu aparat terkait penanggulangan bencara dari sisi sarana telekomunikasi seluler. (bani)

BERITA TERKAIT

Tahun Politik, Serangan Siber Intai Jaringan Telekomunikasi

Industri telekomunikasi seringkali menjadi sasaran empuk para peretas untuk melancarkan serangan siber karena perusahaan umumnya memiliki pusat data (data center)…

OJK: Masyarakat Jangan Percaya Pinjaman Online Tidak Terdaftar

OJK: Masyarakat Jangan Percaya Pinjaman Online Tidak Terdaftar NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku lembaga independen yang melakukan…

Peneliti:Kasus Beras Busuk Karena Distribusi Tidak Baik

NERACA Jakarta - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menilai kasus 6.000 ton beras busuk di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Fajar Surya Wisesa Melesat 136,1%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,405 triliun atau naik 136,1% dibanding periode…

Lagi, Comforta Raih Top Brand Award

Di awal tahun 2019 ini, Comforta Spring Bed kembali meraih penghargaan Top Brand Award. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin,…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…