Eropa Perketat Peraturan Pasar Keuangan

NERACA

Belum lama ini, Eropa mengambil langkah penting menuju regulasi pasar keuangan yang lebih ketat, ketika Parlemen Eropa dan negosiator untuk 28 negara anggota menyetujui kesepakatan dasar setelah perundingan selama dua tahun.

Aturan baru untuk pasar instrumen-instrumen keuangan, yang dikenal sebagai MiFID II, bertujuan untuk menutup celah dalam undang-undang yang ada guna mengekang perdagangan spekulatif dalam komoditas dan mengatur perdagangan frekuensi tinggi. Tujuan dari langkah itu untuk melindungi investor dan membuat pasar lebih aman.

Komisioner Pasar Keuangan Uni Eropa Michel Barnier menuturkan, aturan baru ini akan memperbaiki fungsi pasar modal terhadap manfaat ekonomi riil. Itu adalah langkah penting menuju pembentukan sistem keuangan yang lebih aman, lebih terbuka dan bertanggung jawab serta mengembalikan kepercayaan investor di tengah krisis keuangan.

"Saya menyambut perjanjian dasar yang dicapai hari ini oleh Parlemen Eropa dan Dewan tentang aturan terbaru untuk pasar instrumen-instrumen keuangan," kata dia, belum lama ini.

Barnier pertama kali mendorong aturan baru pada 2011, saat puncak resesi utang Zona Euro, yang dipicu krisis keuangan global pada 2008. Upaya tersebut dilakukan untuk mengekang spekulasi dalam perdagangan komoditas dan mengatur frekuensi perdagangan sehingga lebih baik guna melindungi investor dan mengurangi krisis pasar.

Aturan itu akan berlaku untuk perusahaan investasi, operator pasar dan memberikan informasi transparan di perdagangan Uni Eropa. Para pelaku pasar ‘dipaksa’ untuk membeli dan menjual instrumen keuangan sesuai aturan, sebanding dengan bursa saham untuk memastikan bahwa semua perdagangan dilacak MiFID.

BERITA TERKAIT

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…