Citi Indonesia Gelar Pendidikan Keuangan Lewat Teater

Pendidikan keuangan dini sangat bermanfaat untuk melatih kepekaan dan kesadaran generasi muda terhadap nilai dan arti uang yang nantinya berpengaruh pada kemampuan dan kecermatan pengelolaan keuangan mereka di masa depan.

NERACA

Menurut data tahun 2013 yang dihasilkan oleh gabungan survei dari berbagai lembaga termasuk Bank Dunia, menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia masih sangat rendah, yakni sebesar 20%. Angka tersebut merupakan yang terendah di ASEAN.

Salah satu cara untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah melalui pembekalan pendidikan keuangan sejak usia dini. Namun, pendidikan keuangan masih jarang ditemukan di dalam kurikulum pendidikan yang ada di Indonesia saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Citi Indonesia melalui Citi Peka kembali menggulirkan program pendidikan keuangan dini untuk pelajar sekolah dasar (SD) sebagai bentuk dukungan terhadap program peningkatan literasi keuangan nasional milik Pemerintah.

Berbeda dengan kemasan pendidikan keuangan lainnya, Citi Peka (PEduli dan berKArya) yang digarap bersama Yayasan Mitra Mandiri Indonesia (YMMI) dan Teater Koma, dikemas dalam bentuk pertunjukan teater yang bersifat menghibur, interaktif dan edukatif. Kali ini bertajuk “Petualangan Agen Penny”. Pertunjukan teater ini dirancang untuk memberikan pendidikan keuangan dasar, juga untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya hidup hemat kepada pelajar yang duduk di kelas V dan VI SD.

“Pembekalan pendidikan keuangan ke berbagai lapisan masyarakat merupakan salah satu komitmen dari Citi Indonesia. Program pendidikan keuangan dini inijuga selarasdengan kampanye pendidikan keuangan ‘Ayo ke Bank’dan‘Tabunganku’ yang sedang digalakkan oleh Bank Indonesia,” ujarDirektur, Head of Corporate Affair, CitiIndonesia, Agung Laksamana saat menghadiri pertunjukan teater Petualangan Agen Penny di Museum Nasional, Jakarta, belum lama ini.

Sementara itu, pendiri Teater Koma Ratna Riantiarno menuturkan, keuangan dan pengelolaannya merupakan konsep yang sulit dipahami bagi anak-anak yang masih duduk di kelas V dan VI SD. Berangkat dari hal itu, Teater Koma berusaha menyederhanakan pengetahuan keuangan dan menerjemahkannya melalui pertunjukan teater yang interaktif dan menghibur agar lebih mudah dan cepat diserap oleh murid-murid SD.

“Walaupun kegiatan ini sudah berjalan selama tujuh tahun, tetapi keinginan kami untuk membantu membagikan pengetahuan keuangan kepada para pelajar sekolah dasar tidak surut, karena kami percaya ke depannya program pendidikan keuangan ini akan membantu mengasah kemampuan dasar untuk mengelola keuangan pribadi anak-anak ini,” kata dia

Sejak 2007, Petualangan Agen Penny telah dipentaskan sebanyak 390 kali dan disaksikan oleh lebih dari 39,000 murid dari 446 sekolah di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. “Respons baik yang kami dapat dari para siswa maupun guru dari sekolah yang sudah kami kunjungi memacu kami untuk terus memperbaiki dan mengembangkan materi pendidikan keuangan yang kami sampaikan,” ujar Executive Director dari Yayasan Mitra Mandiri Indonesia (YMMI), ujarGino Latief Sn.

Sebagai contoh,tahun inimerupakan tahun kedua darikompetisi membuat celengan yang dijadikan sebagai aktivitas tambahan dari pementasan untuk menanamkan kebiasaan menabung, sekaligus menggali dan mengembangkan kreativitas anak.

Selain menggelar acara pertunjukan teater, program ini juga telah menyebarkan lebih dari 10.400 buku komik yang berisikan informasi keuangan kepada perpustakaan sekolah. Agen Penny juga telah memperluas jangkauannya melalui media jejaring sosial dan situs internet (www.agentpenny-id.com).

“Citi Indonesia akan terus melanjutkan kerjasama dengan mitra-mitra strategis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari program pendidikan keuangan yang selama ini sudah berjalan. Semoga komitmen Citi dalam pendidikan keuangan dapat membantu meningkatkan literasi keuangan di Indonesia,” tambahAgung Laksamana.

Related posts