Bank Panin Syariah Fokus Tiga Sektor UMKM - Dukung Financial Inclusion

NERACA

Jakarta - PT Bank Panin Syariah Tbk mengaku akan fokus ke sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mendukung pencapaian perluasan atas layanan keuangan (financial inclusion). Oleh karena itu, perseroan akan fokus di tiga sektor, yaitu pertanian, perdagangan serta ritel. Apalagi, Bank Indonesia (BI) menyatakan dukungannya untuk terus memperhatikan sektor UMKM di Tanah Air agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Komisaris Utama Bank Panin Syariah, Aries Muftie, mengatakan sejatinya perbankan syariah merupakan solusi keuangan bagi penduduk Indonesia yang berpenghasilan menengah ke bawah yang belum terjangkau oleh bank-bank konvensional. "Perbankan syariah merupakan pembiayaan berbasis aset, sehingga dapat membantu UMKM melalui prinsip berbagi risiko (risk sharing principles)," ujar dia di Jakarta, Rabu (15/1).

Operasional perseroan, lanjut Aries, diharapkan menjangkau jutaan penduduk Indonesia yang masih di luar sistem perbankan konvensional. "Perbankan syariah berpotensi untuk mencapai 54 juta UKM dan usaha mikro melalui lembaga-lembaga pembiayaan mikro. Saat ini, sekitar kurang dari 20% penduduk Indonesia yang memiliki akses pinjaman ke bank," terang dia.

Aries mengungkapkan, perbankan syariah juga memiliki nasabah dari berbagai segmen masyarakat, baik muslim maupun nonmuslim. Oleh karena itu, Pemerintah berharap ke depan Indonesia dapat memposisikan diri sebagai pusat perbankan syariah global.

Gubernur BI, Agus DW Martowardojo, menuturkan selain memberikan nilai tambah, sektor UMKM turut memberikan nilai tambah produk serta menciptakan lapangan kerja. Oleh karena itu, lanjut dia, bank sentral menilai perlu ada inovasi untuk membuat sektor UMKM dapat berkontribusi lebih banyak bagi perekonomian Indonesia.

"Selalu akan ada terobosan untukk mendorong UMKM, misalnya sektor pertanian atau kegiatan yang sifatnya ekspor. Jadi kalau seandainya pertumbuhan kredit kita perkirakan 15%-17%, tentu untuk segmen-segmen tertentu akan mendapat perhatian karena memang itu yang selalu kita harapkan untuk bisa berkembang dan berkelanjutan," ujar Agus Marto.

Sementara itu, untuk sektor-sektor UMKM yang melakukan impor barang-barang yang tidak perlu, Bank Indonesia akan melakukan pengetatan. Terkait kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) untuk sektor UMKM, khususnya kredit usaha rakyat (KUR), Agus Marto menilai masih dalam batas yang wajar.

"Secara umum masih dalam batas yang baik. Memang, ada satu dua provinsi yang menunjukkan kondisi di atas rata-rata tapi secara umum masih dalam keadaan baik. Artinya, tidak mencapai NPL nett dua persen," jelasnya. Dia menambahkan, untuk plafon kredit UMKM sendiri, pihaknya menilai hal tersebut akan terus berkembang secara lebih rileks sesuai dengan kondisi ekonomi.

Perbanyak kantor cabang

Terkait ekspansi bisnis, Direktur Utama Bank Panin Syariah, Deny Hendrawati, memaparkan kalau perseroan terus melakukan ekspansi dengan pengembangan jaringan kantornya di berbagai wilayah di Indonesia. Tahun ini, perseroan bakal membangun sedikitnya 20 kantor cabang yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan luar Jawa seperti Medan, Palembang, Makassar, Kalimantan, Banjarmasin, dan Balikpapan.

Pembangunan kantor cabang tersebut dananya diambil dari 80% dana hasil initial public offering (IPO) sebesar Rp475 miliar. Artinya, untuk kantor cabang ini perseroan telah menyiapkan dana sekitar Rp380 miliar.

Dia menjelaskan, pembangunan kantor cabang tersebut juga untuk meningkatkan kegiatan usaha perseroan di bidang Lembaga Keuangan Mikro (LKM). "Tahun ini dari 10 kantor akan tambah 20 kantor jadi total 30 kantor, ini kita rencanakan dengan baik, penambahan ini untuk retail banking dan kerja sama LKM di berbagai derah," ujar Deny. [ardi]

Related posts