BEI Belum Mampu Targetkan Kapitalisasi - Masih Sekedar Kejar Target Emiten

NERACA

Jakarta – Kedatangan sejumlah emiten baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) dianggap sebagai suatu prestasi otoritas bursa. Oleh karena itu, kedepan diharapkan nantinya kapitalisasi pasar bisa ikut tumbuh hingga mencapai target yang di incar BEI.

Pengamat pasar modal dari Universitas Pancasila, Agus Irvani mengatakan, dengan adanya empat emiten baru yang mencatatkan sahamnya (listing) di BEI menjadi prestasi tersendiri dan perlu dihargai kinerjanya.

Hanya saja, setelah berhasil mencapai target emiten, dia menilai BEI perlu menargetkan kapitalisasi pasar,”Jika sudah dapat mencapai target emiten yang akan listing di BEI, pihak otoritas perlu meningkatkan targetnya dengan tidak lagi berorientasi pada jumlah emiten, melainkan kapitalisasi pasar,”ujarnya kepada Neraca di Jakarta, Rabu (15/1).

Dia menambahkan, jika kapitalisasi pasar ditargetkan dan terpenuhi, otomatis akan membuat indeks lebih stabil. Selain itu, nantinya pasar saham Indonesia tidak lagi terlalu tergantung terhadap asing. Salah satu caranya dengan terus menyosialisasikan pasar modal dan meningkatkan jumlah investor lokal.

Menurutnya, saat ini kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia terhadap PDB masih menjadi yang terkecil di Asia dibandingkan Singapura dan Malaysia. Dengan adanya emiten yang listing di BEI meskipun belum berkapitalisasi besar, diharapkan dapat membantu kinerja indeks dan menarik investor domestik.

Dia mengharapkan pada pertengahan tahun ini, perusahaan-perusahaan berkapitalisasi besar bisa dijaring untuk melantai di pasar modal. Seperti diketahui, BEI pada Kamis (16/1) akan kedatangan tiga perusahaan yang siap mencatatkan perdana sahamnya di papan perdagangan. Ketiga perusahaan tersebut yakni PT Bank Ina Perdana (BINA) menjadi emiten kedua pada tahun ini, PT Asuransi Mitra Maparya (ASMI) emiten ketiga, dan PT Capitol Nusantara Indonesia (CANI) emiten keempat.

Direkur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan, pada perdagangan Kamis (16/1), ada tiga emiten langsung yang mencatatkan sahamnya di bursa atau setidaknya pada bulan Januari sudah ada empat emiten yang listing di bursa.

Asal tahu saja, PT Bank Ina Perdana Tbk menawarkan sahamnya ke publik sebanyak 520 juta saham atau sebesar 24,76% dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum. Harga perdana saham ditetapkan sebesar Rp240 per saham dengan nilai nominal Rp100. Diperkirakan memperoleh dana IPO sekitar Rp124,80 miliar. Bertindak sebagai penjamin emisinya adalah PT Buana Capital.

Emiten kedua adalah PT Asuransi Mitra Maparya Tbk yang menetapkan harga saham IPO sebesar Rp270 per saham. Rencananya, dana yang diperoleh dari pelepasan saham sebanyak 402,78 juta sebesar Rp108,75 miliar, sebanyak Rp37,5 miliar diperoleh perusahaan dari pelepasan saham baru, sementara sisanya Rp71,24 merupakan dana dari divestasi saham. Ketiga adalah PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk yang menetapkan harga perdana saham sebesar Rp200 dengan nilai nominal Rp100 per saham. Saham yang dilepas ke publik sebanyak 208,36 juta saham atau 25% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. (nurul)

Related posts