BSD Telah Serap 79% Utang Obligasi - Danai Pengembangan Properti

NERACA

Jakarta- PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) telah merealisasikan dana dari hasil penawaran umum berkelanjutan obligasi Berkelanjutan I Bumi Serpong Damai Tahap II Tahun 2013 sekitar Rp1,38 triliun, dari total dana yang diperoleh sebesar Rp1,74 triliun. Dengan begitu, perseroan telah menyerap sekitar 79,31%, dan masih memiliki sisa dana obligasi sebesar Rp351,12 miliar.“Sisa dana hasil penawaran umum berkelanjutan akan dipergunakan untuk pembebasan tanah serta pembangunan proyek perumahan, komersial, perkantoran, dan infrastruktur di areal pengembangan BSD City dan modal kerja.” ungkap Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk, Hermawan Wijaya dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (15/1).

Menurut dia, hingga Desember 2013 perseroan telah menggunakan sebesar Rp347,34 miliar dari dana hasil penawaran umum berkelanjutan untuk pembebasan tanah di areal pengembangan BSD City, sebesar Rp690,90 miliar untuk pembangunan proyek perumahan, komersial, perkantoran, dan infrastruktur di areal pengembangan BSD City, sedang sebesar Rp347,34 miliar sisanya untuk modal kerja perseroan.

Adapun sisa dana hasil penawaran umum berkelanjutan ini, sambung dia, saat ini masih sekitar Rp 351,12 miliar yang didepositokan di Bank Jabar dengan tingkat suku bunga 11,5%, dan Bank Danamon dengan tingkat suku bunga 11% per tahun.

Diketahui, dalam pengembangan bisnisnya di tahun ini PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) akan melaksanakan proyek pembangunan di Bumi Serpong Damai (BSD), Kota Harapan Indah, dan Kuningan City. Perseroan disebut-sebut menjalin kemitraan dengan perusahaan asal Singapura yang bergerak di bidang ritel, furniture, dan elektronik, Court Asia, untuk pembangunan dua megastore 'BIG BOX' berkonsep Build to Suit (BTS).

Menurut Hermawan, pembangunan akan berlokasi di Kota Harapan Indah dengan luas bangunan mencapai 16 ribu meter persegi. Sedangkan, luas bangunan 18.000 meter persegi kawasan BSD City, Tangerang. Rencananya, BSD akan melaksanakan pemancangan tiang pertama (ground breaking) megastore di Kota Harapan Indah pada kuartal I 2014. Setelah enam bulan, pengembangan pada kawasan BSD City, Tangerang. "Yield yang kita harapkan 8% dari sewa,” ujarnya.

Sementara untuk pengembangan property di wilayah Kuningan City, perseroan berniat untuk membangun dua unit apartemen di wilayah tersebut. Pihaknya mencatat telah mengakusisi lahan seluas 5 hektare (ha) di wilayah Epicentrum pada semester pertama 2013 yang ditaksir mencapai Rp8 juta per meter persegi atau sekitar Rp400 miliar.

Tingginya permintaan dan posisi tanah yang strategis menjadi salah satu alasan perseroan untuk segera membangun proyek tersebut. Untuk pembangunan proyek ini ditaksir menelan dana Rp320 miliar. Targetnya, perseroan akan memulai proses penjualannya pada tahun 2014 ini. (lia)

Related posts