IPO Bank Panin Syariah Oversubscribed - Jadi Indikator Membaiknya Pasar

Jakarta – Lantaran mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) saat penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) PT Bank Panin Syariah Tbk (PNBS). Kondisi tersebut, langsung diklaim PT Evergreen Capital sebagai penjamin efek perseroan sebagai indikator pasar yang mulai membaik.

Kata Direktur PT Evergreen Capital Rudt Utomo mengatakan, walaupun pada perdagangan perdanya dibuka stagnan Rp 100 per saham. Namun saham perseroan mengalami kelebihan permintaan dari investor dalam negeri dan luar negeri, “Minat investor asing dari Malaysia dan Dubai cukup besar dan ini gambaran pasar mulai membaik,”ujarnya di Jakarta, Rabu (15/1).

Menurut dia, dengan masuknya investor luar negeri ini menunjukkan bahwa pasar mulai membaik dan merespon positif kebijakan-kebijakan pemerintah yang bertujuan mengatasi isu internal berupa defisit neraca perdagangan dan defisit neraca transaksi berjalan.“Mungkin asing mulai masuk karena ada penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Perbaikan ini tentu dampak dari perkiraan menyempitnya defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan dari kebijakan larangan ekspor mineral mentah dalam jangka panjang”, ungkapnya.

Dia menilai, pasar melihat upaya pemerintah untuk memperbaiki fiskal Indonesia. Maka dengan demikian pasar sangat merespon baik kebijakan ini, meskipun industri riil yang akan terkena imbas cukup parah dari larangan ekspor tersebut. Sementara itu, PNBS sendiri yang melangkah sebagai emiten pertama di BEI pada tahun 2014 dan sebagai bank syariah pertama yang IPO, langsung berencana menggenjot ekspansinya setelah memperoleh dana segar Rp475 miliar.

Perseroan menyatakan akan menambah 20 jaringan kantor baru di seluruh Indonesia pada tahun ini. Saat ini, perseroan hanya memiliki 10 jaringan yang merupakan lima kantor cabang utama dan lima kantor cabang pembantu. Sehingga tahun ini perseroan akan memiliki 30 kantor cabang.

Direktur Utama PT Bank Panin Syariah Tbk Denny Hendrawati mengatakan, penambahan ini sesuai dengan rencana perseroan untuuk mengembangkan sektor bisnis komersial dan program lain perseroan. Sehingga diyakini akan meningkatkan sisi aset perseroan.“Pembangunan kantor cabang tersebut dananya diambil dari dana hasil IPO sebesar 20%. Sementara 80% akan kita gunakan untuk memperkuat struktur permodalan”, katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa 20 kantor cabang baru yang akan di tambah berada di Jabodetabek, pulau Jawa dan di luar pulau Jawa seperti di Sumatera yaitu Medan dan Palembang. Kemudian di Sulawesi yaitu Makasar dan terakhir perseroan akan memasuki Kalimantan tepatnya di Banjarmasin.“Hal ini sejalan dengan ditunjuknya perseroan menjadi salah satu bank yang ditunjuk oleh Kementerian Agama untuk menjadi pengelola dana haji yang akan dialihkan dari bank konvensional ke bank syariah”, ujarnya. (nurul)

Related posts