Produksi CPO Astra Agro Capai 1,54 Juta ton

NERACA

Jakarta- Produksi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sepanjang tahun 2013 tumbuh 4,2% dibandingkan produksi CPO AALI tahun 2012 dari 1,48 juta ton menjadi 1,54 juta ton. Meski demikian, kenaikan tersebut tidak diiringi dengan kenaikan produksi TBS, yang sepanjang tahun 2013 mencapai 5,12 juta ton, atau turun 6,8%.

Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (15/1). Disebutkan, selain kenaikan produksi CPO, produksi kernel AALI meningkat tipis sebesar 1,6% dibandingkan tahun 2013 menjadi 328.141 ton dari 323.051 ton tahun 2012. Di akhir tahun 2013, pihaknya optimistis, permintaan terhadap CPO mengalami pertumbuhan yang positif. Diperkirakan, konsumsi CPO dunia hingga akhir tahun 2013 bisa mencapai 56,95 juta ton, naik sebesar 9,2% dibandingkan konsumsi tahun lalu. Angka tersebut dinilai melebihi tingkat produksi CPO yang dihasilkan sebesar 56,32 juta ton.

Dalam lima tahun terakhir ini, pihaknya mencatat, pertumbuhan permintaan terhadap CPO secara rata-rata juga mengalami pertumbuhan sebesar 5,2%. Pada tahun 2012 misalnya, konsumsi CPO dunia mencapai 52,15 juta ton, atau mengalami peningkatan sebesar 7% dibandingkan tahun 2011 sebesar 48,73 juta ton.

Namun, akibat melemahnya harga komoditas CPO, beberapa perusahaan yang bergerak di bisnis ini harus rela terkena imbasnya. Dalam laporan keuangan AALI misalnya, hingga September 2013, mencatatkan volume penjualan CPO sebanyak 1.105.754 ton, naik dibanding periode yang sama tahun 2012 sebanyak 993.729 ton. Sementara harga penjualannya sendiri masih mengalami koreksi. Diketahui, rata-rata penjualan pada periode ini terkoreksi 11,7% menjadi Rp6.835/kilogram (kg) dibanding akhir September tahun lalu sebesar Rp7.739/kg.

Tak ayal, kondisi tersebut memangkas pendapatan perseroan pada periode tersebut. Tercatat, penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan kernel hingga September 2013 mencapai Rp8,3 triliun. Pendapatan perusahaan terbesar dikontribusi dari penjualan CPO sebesar Rp7,56 triliun. Namun, angka ini turun sekitar 1,69% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,69 triliun.

Informasinya, meski belum setinggi harga pada 2011, harga CPO pada tahun 2014 diperkirakan akan mengalami perbaikan seiring naiknya harga minyak mentah (crude oil), dan meningkatnya mandatori penggunaan biodiesel. Dengan asumsi harga crude oil tahun depan US$ 95-115 per barel, harga CPO di bursa Malaysia bisa mencapai 2.600-2.900 ringgit Malaysia per ton.

Di tahun 2014, penggunaan biodiesel untuk campuran solar bersubsidi RI diperkirakan mencapai 3,3 juta kiloliter, yang antara lain untuk memangkas impor bahan bakar minyak (BBM). The United States Department of Agriculture (USDA) pun memproyeksikan, pada tahun panen 2013/2014, produksi minyak sawit RI mencapai 31 juta ton, separuh lebih dari produksi dunia 58,1 juta ton. Sementara ekspor diperkirakan naik menjadi 21 juta ton atau hampir 50% total ekspor global. (lia)

Related posts