PTPP Baru Serap Dana IPO Rp365,80 Miliar

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) mengaku masih memiliki sisa dana penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp200,25 miliar dari total dana yang diperoleh sebesar Rp566,06 miliar. Informasi ini disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (15/1)

Disebutkan, perseroan telah merealisasikan rencana penggunaan dana IPO pada awal tahun 2010 lalu sebesar Rp365,80 miliar. Rinciannya, sekitar 47% atau sebesar Rp65,79 miliar digunakan untuk penyertaan saham pada perusahaan gabungan (join venture) dalam proyek pembangkit listrik. Sekitar 12% atau Rp67,92 miliar untuk penyertaan saham pada anak perusahaan dibidang usaha properti dan realti, dan 41% sisanya, sebesar Rp232,08 miliar dialokasikan untuk modal kerja perseroan.

Adapun sisa dana IPO sebesar Rp200,25 miliar yang masih dimiliki perseroan disimpan dalam instrument berbentuk deposito di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank DBS Bank Indonesia, PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), PT Bank DKI, dan PT Bank Permata Tbk (BNLI).

Sementara itu, untuk dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I yang dicatatkan pada 20 Maret 2013 sebesar Rp700 miliar juga telah direalisasikan. Setelah dikurangi biaya penawaran, perseroan merealisasikan sekitar 40% untuk modal kerja konstruksi antara lain untuk proyek pembangunan gedung, pelabuhan, jalan dan jembatan, serta infrastruktur lainnya.

Sekitar 30% digunakan untuk modal kerja engineering, procurement, and construction yang akan digunakan untuk proyek pembangunan power plant, conveyor, dan stock yard batubara, sedang 30% sisanya akan digunakan untuk modal kerja property yang antara lain akan digunakan untuk pengembangan commercial center dan apartemen di Surabaya, residential proyek di Jakarta.

Diketahui, emiten pelat merah yang bergerak di bidang konstruksi ini tengah serius mengembangkan bisnis property. Mulai akhir tahun 2013, perseroan berniat mengembangkan proyek landbank yang dimilikinya berupa pengembangan mixed used, di atas lahan seluas 4 hektar di Surabaya, serta lahan seluas 20 hektar di Jakarta. “Target market yang dibidik dari dua proyek ini adalah kalangan middle up,” kata Direktur Utama PT PP, Bambang Triwibowo.

Dari pengembangan lahan tersebut, dalam kurun waktu tujuh tahun ke depan diharapkan menghasilkan pendapatan sekitar Rp 4 triliun, serta dapat melakukan belanja landbank untuk pertumbuhan berkelanjutan. Untuk meningkatkan kinerja divisi property, dalam agenda bisnisnya di tahun 2013, perseroan akan melakukan pemisahan divisi properti PP yang diharapkan dapat membuka ruang bagi divisi properti PP untuk menciptakan nilai tambah secara komersial dan aset yang optimal.

Selain itu, perseroan juga ingin menciptakan profil di pasar untuk menjaring investor potensial baik domestik maupun global. Dengan dilakukannya pemisahan divisi properti PP, maka PT PP Properti diharapkan dapat lebih kompetitif dan fleksibel dalam mengambil keputusan bisnis, sekaligus mendorong pengembangan dan pengelolaan aset yang lebih intensif. (lia)

Related posts