Kejari Usut Terus Kasus Lingsel

NERACA

Sukabumi- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi kini fokus menangani dua kasus besar yang berada di Kota Sukabumi. Kedua kasus tersebut yaitu penyimpangan pada kasus pembebasan lahan pembangunan Jalan Lingkar Selatan (lingsel) dan penyimpangan pembangunan pagar gedung DPRD atau yang disebut “pagar gate”di Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi.

“Kami sudah melakukan proses pemeriksaan terhadap seluruh saksi terkait kasu Lingsel. Namun dalam proses penyelidikan masih mendapatkan kendala khususnya mendapatkan dokumen-dokumen pembebasan lahan terkait proyek itu. Bahkan yang membuat kami aneh, setelah dilakukan penyelidikan dokumen-dokumen tersebut tidak ada alias hilang,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Sukabumi, Zaenul Djafrin kepada wartawan di sela-sela Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke 51, akhir pekan.

Lebih jelas Kejari mengungkapkan,setelah pihaknya melakukan penyelidikan, mereka mengaku bahwa dokumen-dokumen tersebut hilang dan semuanya ada di Provinsi. Namun pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan terus berusaha untuk mencari dokumen tersebut.

“Kami yakin dokumen itu pasti ada arsipnya. Jadi sangat tidak mungkin kalau proyek yang nilainya miliaran tersebut, arsipnya hilang, terlepas proyek ini dari propvinsi tetapi lokasinya ada di Kota Sukabumi. Jadi dengan keterangan seperti itu terkesan ada niatan yang tidak baik, seolah-olah menutup-nutupi di mana keberadaan dokumen tersebut,”tandas Kajari.

Namun lanjut Zainul, seandainya tidak bisa mendapatkan dokumen-dokumen pembebasan lahan dari Pemkot Sukabumi, maka akan mencoba meminta dokumennya di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat. “Lanjut atau tidaknya proses pengerjaan lingsel tersebut tergantung pihak provinsi. Namun kendalanya masih terkait belum selesainya proses ganti rugi pembebasan lahan,” ungkapnya.

Ketika ditanya siapa saja yang bias terlibat dalam kasus lingsel tersebut, Zainul mengutarakan, dalam proses pembebasan lahan tersebut diketuai oleh kepala BPN yang saat itu menjabat pada tahun 2001 serta panitia Tim Sembilan dan sejumlah pejabat Pemkot Sukabumi yang sekaligus panitia pembebasan lahan. Semua yang terlibat dalam kasus Lingsel haru dimintai keterangan.

Sementara itu terkait proses hukum perkara Pagargate Jilid II, pihak Kejari Sukabumi saat ini sudah menetapkan 2 orang konsultan pengawas sebagai tersangka karena tidak melaksanakan tugasnya. Namun dalam proses persidangannya nanti akan di laksanakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Bandung. Bahkan tidak menutupkemungkinan nantinya akan bertambah tersangka baru.

BERITA TERKAIT

Blue Bird Menelan Pil Pahit Keluar Dari Indeks MSCI - Buntut Likuiditas Terus Melorot

NERACA Jakarta – Ketatnya persaingan bisnis transportasi umum berbasis online, memaksa kue transportasi yang selama ini dinikmati PT Blue Bird…

Kejagung Usut Usulan Investasi Pertamina di Australia

Kejagung Usut Usulan Investasi Pertamina di Australia  NERACA Jakarta - Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) mengusut…

BEI Bilang Delisting Butuh Proses Panjang - Sikapi Kasus Bank of India

NERACA Jakarta- PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) tengah meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghapus sahamnya (delisting)…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Dandim 0607/Kota Sukabumi Coffee Morning Bersama Pimpinan Bank

Dandim 0607/Kota Sukabumi Coffee Morning Bersama Pimpinan Bank NERACA Sukabumi - Komandan Distrik Militer (Dandim) 0607/Kota Sukabumi Letkol Mahfud As'ad,…

DPRD Banten Segera Finalisasi Perda BUMD Agrobisnis

DPRD Banten Segera Finalisasi Perda BUMD Agrobisnis NERACA Serang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten segera menyelesaikan pembahasan usulan…

Dishub Sukabumi Siap Pasang Stiker Angkutan Online Yang Berizin

Dishub Sukabumi Siap Pasang Stiker Angkutan Online Yang Berizin  NERACA Sukabumi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi akan memberikan tanda…