Mandiri Menargetkan Kredit Tumbuh Hingga 18%

NERACA

Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 16% - 18% pada tahun ini. Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Pahala Nugraha Mansyuri, mengatakan proyeksi pertumbuhan tersebut melambat jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 22%.

Menurut dia, ada banyak hal yang menyebabkan target pertumbuhan kredit tersebut menurun. “Salah satunya kondisi tingkat bunga perbankan yang cukup tinggi pada awal tahun ini, serta kebijakan memperketat penyaluran kredit,” kata Pahala di Jakarta, Senin (13/1).

Selain itu, Pahala juga menjelaskan untuk perolehan margin, perseroan akan mempertahankan seperti tahun lalu. “Untuk angka pasti, kita lihat nanti berapa jumlahnya, di September tahun lalu ka nada dikisaran 5,4% hingga 5,5% dan pada akhir 2013 kemarin ada peningkatan sedikit, namun tetap dikisaran 5,5% lebih sedikit,” ucap dia.

Sedangkan untuk perolehan dana pihak ketiga (DPK) masih cukup tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu. Pahala mengatakan pihaknya akan tetap meningkatkan sektor kredit mikro. “Untuk segmen UKM sendiri akan kami usahakan bisa tumbuh sekitar 20% pada 2014 dan di sektor korporasi sendiri di kisaran 12% -15%,” imbuh dia.

Sebelumnya hingga periode September 2013 lalu, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit yang tumbuh sebesar 23,4% menjadi Rp450, 8 triliun dibanding periode yang sama pada 2012, yaitu Rp365,2 triliun. Sedangkan DPK koorporasi atau perseroan sendiri mencapai Rp514,2 triliun pada periode September 2013. Jumlah ini naik sebesar 19% dari periode yang sama pada 2012 yang mencapai Rp430,9 triliun.

Kemudian untuk pertumbuhan kredit terjadi di seluruh segmen bisnis, terutama pada sektor mikro, kecil dan menengah. “Hingga September 2013, kredit ke segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tumbuh 21,8% menjadi Rp61,6 triliun,” imbuh dia.

Khusus pada segmen mikro, terjadi peningkatan penyaluran kredit sebesar 48,6% dari Rp16,8 triliun di triwulan ketiga 2012 menjadi Rp24,9 triliun pada September 2013. Sejalan dengan pertumbuhan kredit tersebut, jumlah nasabah kredit mikro juga bertambah dari 789.003 menjadi lebih dari 885.969 nasabah.

Selain itu, Pahala mengatakan akan menjaga margin bunga bersih atau net intesers margin (NIM) di level 5,5% pada 2014 atau sama dengan margin bunga bersih di 2013. Pada triwulan pertama dan kedua 2014 kondisi tingkat suku bunga acuan atau BI Rate diprediksi masih tetap tinggi sehingga akan dinilai mempengaruhi margin perseroan.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, pada semester kedua 2014 biaya dana (cost of fund) juga akan menurun bersamaan dengan menurunnya BI Rate. Pahala berharap tingkat persaingan dalam memperoleh dana pihak ketiga (DPK) juga akan lebih baik. "Ini akan memungkinkan kita mempertahankan tingkat marjin kita sama dengan tahun 2013 lalu," tambahnya.

Bank Mandiri juga akan menggelar expo wirausaha sekaligus penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) dan Mandiri Young Technopreneur (MYT) untuk mengembangkan kewirausahaan di Tanah Air. Perhelatan yang akan berlangsung pada 15-19 Januari 2014 di Istora senayan itu akan diikuti 136 wirausahawan muda dan mitra binaan Mandiri.

Pahala mengatakan, program WMM dan MYT bertujuan mendorong generasi muda Indonesia untuk berwirausaha, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada ketersediaan lapangan pekerjaan. “Kami yakin dengan meningkatnya angka kewirausahaan, maka tingkat kesejahteraan bagi lingkungan sekitar pun akan meningkat. Hal itu tentu dapat mendorong roda perekonomian Indonesia,” kata Pahala.

Wirausaha Muda Mandiri Expo 2014 ditargetkan akan dihadiri oleh 50 ribu pengunjung yang berasal dari kalangan mashasiswa dan masyarakat umum. Bank Mandiri berharap expo tersebut menjadi ajang pertemuan pemikiran bagi seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat dan akademisi dalam merealisasikan komitmen pengembangan kewirausahaan di Indonesia. [sylke]

Related posts