Adhi Karya Serap 62% Utang Obligasi

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengaku telah menyerap dana sebesar Rp468,2 miliar dari total perolehan dana obligasi berkelanjutan I tahap II 2012 sebesar Rp748,34 miliar. Dengan begitu, perusahaan konstruksi ini telah menyerap sekitar 62% dari total dana obligasi yang diperoleh pada penawaran obligasi tersebut.

Informasi ini disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (14/1). Sementara sisa dana obligasi yang masih dimiliki perseroan, yaitu sebesar Rp280,4 miliar. Sisa dana tersebut saat ini ditempatkan dalam instrumen berbentuk deposito di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Diketahui, emiten konstruksi tersebut belum lama ini membentuk dua anak perusahaan baru untuk menopang kinerjanya, PT Adhi Persada Gedung dan PT Adhi Persada Beton. PT Adhi Persada Gedung, merupakan anak usaha yang bergerak di bidang usaha kontraktor spesialis gedung bertingkat tinggi yang dibentuk dengan modal dasar dan disetor masing-masing sebesar Rp 200 miliar dan Rp 50 miliar.

Adapun kepemilikan saham perseroan dalam perusahaan ini mencapai 99% dan Koperasi Adhi Sejahtera sebesar 1%. Sementara itu, PT Adhi Persada Beton bergerak di usaha industri beton pra cetak dengan modal dasar dan disetor masing-masing sebesar Rp240 miliar dan Rp 60 miliar. Dalam perusahaan ini pun, komposisi saham PT Adhi Karya Tbk sebesar 99% dan Koperasi Jasa Adhi Sejahtera sebesar 1%.

Targetnya, pada tahun ini manajemen perseroan mematok nilai kontrak baru sebesar Rp21,1 triliun dari berbagai pengembangan proyek yang dilakukan. Dari target kontrak baru tersebut, manajemen perseroan pun optimistis dapat mengantongi pendapatan usaha sebesar Rp14,7 triliun dan laba bersih mencapai Rp570,6 miliar.

Hal ini ditopang dengan adanya beberapa proyek pengembangan properti yang dilakukan anak usaha perseroan, antara lain dari segmen bisnis properti. “Target tersebut didorong oleh pertumbuhan lini bisnis perseroan yang terus meningkat kontribusinya. Dari target laba bersih perseroan, 50% berasal dari lini bisnis properti dan real estate.” kata Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Tbk, Amrozi Hamidi.

Sementara, hingga akhir tahun 2013 emiten konstruksi ini berharap dapat mencapai target kontrak baru senilai Rp11,7 triliun, dan target laba bersih sebesar Rp402,2 miliar yang juga akan ditopang dari properti dan real estate, seperti PT Adhi Persada Realti (APR). “Di tahun 2013, APR menargetkan kontrak sebesar Rp298,8 miliar, dengan kontribusi pendapatan usaha dan laba bersih masing-masing sebesar Rp229,6 miliar dan Rp74,6 miliar.” jelasnya.

Selain optimisme di tahun mendatang, anak usaha properti lainnya, PT Adhi Persada Properti (APP) juga akan mengembangkan berbagai proyek antara lain tower apartemen kelas menengah dan menengah atas, mix-use building, dan high-end offices. Oleh karena itu, anak perusahaan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Untuk itu, pihaknya siap menyuntikkan dana belanja modal (capital expenditure/Capex) sekitar Rp860 miliar pada tahun 2014. “Capex di 2014 direncanakan sekitar Rp860 miliar, untuk mendukung berbagai proyek pada lini bisnis properti, real estate, dan investasi infrastruktur.” ujarnya. (lia)

Related posts