Saratoga Serap Dana IPO Rp 1,34 Triliun

NERACA

Jakarta – Tercatat hingga akhir Desember 2013, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) telah merealisasikan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offring/IPO) sebesar Rp1,34 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sebagai informasi, perseroan mengantungi dana hasil IPO sebesar Rp1,42 triliun. Jadi sisa dana IPO perseroan saat ini sebesar Rp80,27 miliar. Adapun rincian penggunaan dana sebesar Rp1,34 triliun untuk melunasi utang entitas anak perseroan sebesar Rp499,91 miliar, melunasi utang perseroan sebesar Rp359,38 miliar dan mendanai kegiatan investasi perseroan sebesar Rp483,52 miliar.

Belum lama ini, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk terus meningkatkan kepemilikan sahamnya pada PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk dengan membeli saham 60.500 saham senilai Rp72,72 juta juta. Transaksi yang dilakukan perseroan ini dalam rangka meningkatkan investasi perseroan.

Disebutkan, transaksi ini dilakukan pada 19 Agustus 2013. Harga pembelian saham di kisaran Rp1.170-Rp1.250. Dari data BEI, pemegang saham perseroan antara lain PT Nugraha Eka Kencana sekitar 14,41%, PT Saratoga Investama Sedaya sekitar 30,66%, Morninglight Investment S.a.r.l sekitar 15,33%. Sementara itu, pemegang saham lainnya kurang dari 5% sekitar 39,59%.

Tercatat pada semester pertama 2013, perseroan mencatatkan laba Rp188 miliar yang didorong oleh pendapatan dari perusahaan-perusahaan konsolidasi. Namun, laba tahun berjalan ini turun cukup banyak dari Rp539,61 miliar pada semester pertama 2012 lalu.

Pendapatan perseroan juga hanya mengalami kenaikan tipis menjadi Rp1,16 triliun pada semester pertama 2013 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,13 triliun. Perseroan mencatatkan penurunan laba bersih dari entitas asosiasi menjadi Rp292,12 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp612,42 miliar. Penghasilan dividen turun menjadi Rp19,28 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp63,23 miliar.

Presiden Direktur Saratoga Investama Sedaya Tbk, Sandiaga Salahuddin Uno pernah mengatakan, kuatnya kinerja pendapatan yang mendasar juga tercermin pada perusahaan-perusahaan asosiasi dengan kontribusi pertumbuhan yang signifikan dari sektor produk dan jasa konsumen serta sektor infrastruktur. Sementara sektor sumber daya alam, khususnya sektor batubara terpadu, pertambangan dan kelapa sawit, tetap menghadapi tantangan karena adanya sentimen global terhadap industri komoditas.

Pihaknya mencatat, pada sektor produk dan jasa konsumen, MPMX memperlihatkan kinerja operasional yang solid dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 31% menjadi Rp6,78 triliun pada semester pertama dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sektor infrastruktur, Tower Bersama Group (TBIG) melaporkan pertumbuhan jumlah penyewa melalui pertumbuhan organik maupun melalui akuisisi.

Perseroan optimistis dapat memenuhi target pendapatan 2013 sebesar Rp13,3 triliun atau naik sekitar 28% dari pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp 10,7 triliun.“Target revenue 2013 sebesar Rp13,3 triliun, dan laba bersih Rp540 miliar dengan kontribusi yang masih sama, yaitu distribusi, rental, dan jasa keuangan.” kata Direktur Keuangan MPMX Troy Parwata. (bani)

Related posts