Investor Sambut Positif Pertamina Akuisisi PGAS

NERACA

Jakarta - Rencana akuisisi PT Pertamina terhadap PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mendapat sambutan positif dari investor di lantai bursa. Harga saham PGAS melesat Rp 300 ke level Rp 4.420 dalam 4 hari berturut-turut,”Setelah mengalami tekanan jual yang besar akibat simpang siur kebijakan Open Access, adanya kepastian soal rencana akuisisi Pertamina terhadap PGAS kelihatannya membuat investor kembali melihat peluang di saham PGAS. Tren positif ini kelihatannya jangka panjang,”kata Analis KDB Daewoo Securities, Andrew Argado di Jakarta, kemarin.

Menurut Andrew, simpang siur kebijakan Open Access menjadikan investor meninggalkan PGAS karena dinilai ada tarik menarik antara BUMN gas tersebut dengan Pertamina. "Namun keputusan yang dibuat pemerintah bahwa Pertamina akan mengambil alih PGAS dan akan dimerger dengan Pertagas merupakan sinyal positif, karena tentu ini akan menciptakan sinergi usaha di sektor suplai gas yang kokoh," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Riset Samuel Sekuritas Adrianus Bias bahwa untuk jangka panjang saham PGAS layak dibeli karena sinergi PGAS dengan Pertamina akan menjawab masalah kekurangan pasokan gas PGAS yang selama ini menjadi hambatan. "Kekurangan suplai gas PGAS yang selama ini menjadi hambatan akan terselesaikan. Dukungan suplai gas Pertamina dalam sinergi Pertagas dengan PGAS tentu merupakan bisnis yang menjanjikan secara jangka panjang sehingga rekomendasi untuk saham ini untuk jangka panjang adalah 'Buy'," kata Adrianus.

Pada 7 Januari 2014, Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama Direksi dan Komisaris Pertamina melakukan pembahasan bersama mengenai rencana sinergi Pertagas dengan PGAS dan diputuskan bahwa Pertamina akan mengambilalih PGAS dalam waktu selambat-lambatnya 3,5 bulan ke depan.

Dasar keputusan itu adalah kurangnya pasokan gas yang dimiliki PGAS, sedangkan di sisi lain Pertamina melalui Pertagas memiliki pasokan gas yang lebih dari cukup untuk pemenuhan demand gas nasional.

Investor di lantai bursa pun menyambut positif keputusan ini. Setelah mengalami tekanan jual yang cukup besar selama 2 bulan terakhir, sebagai dampak dari simpang siur Open Access, saham PGAS pun melesat naik selama 4 hari perdagangan berturut-turut.

Pada November 2013, saham PGAS masih bertengger di atas Rp 5.000 per saham. Pada 7 Januari 2014, harga saham PGAS sempat menyentuh level terendah selama setahun di level Rp 4.120 per saham. Namun keputusan sinergi Pertamina dan PGAS telah mengembalikan kepercayaan investor pada peluang saham PGAS. Sejak 8 Januari 2014, harga saham PGAS rally naik hingga menyentuh level Rp 4.420 di penutupan 13 Januari 2014, atau naik Rp 3.00 (7,28%) dalam 4 hari perdagangan berturut-turut. (bani)

Related posts