Libur Sehari, Penguatan Indeks BEI Masih Berlanjut

NERACA

Jakarta – Pasca libur sehari, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih akan diburu aksi beli seiring sentimen positifnya sentimen bursa global. Oleh karena itu, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Rabu, di proyeksikan bakal kembali menguat. Pada perdagangan Senin awal pekan kemarin, IHSG ditutup menguat 135,800 poin (3,19%) ke level 4.390,771. Sementara Indeks LQ45 terbang 30,312 poin (4,26%) ke level 741,742.

Kata analis PT Anugerah Sekurindo Indah, Bertoni Rio, aksi borong saham yang dilakukan investor asing hampir Rp 2 triliun menjadi pemicu meroketnya laju indeks BEI, “Beberapa fundamental ekonomi Indonesia seperti inflasi yang terkendali, neraca perdagangan Indonesia yang surplus, meningkatnya cadangan devisa Indonesia, dan dipertahankannya BI rate di tingkat 7,5% menjadi salah satu pelaku pasar asing masuk ke pasar saham domestik,”ujarnya di Jakarta, kemarin

Selain itu, lanjutnya, menguatnya IHSG BEI itu juga seiring dengan nilai tukar rupiah yang menguat cukup signifikan pada Senin awal pekan. Berikutnya, pada perdagangan Rabu, indeks BEI diproyeksikan akan kembali bergerak menguat menguji tingkat psikologis di kisaran 4.236-4.410 poin,”Namun, pelaku pasar juga perlu mewaspadai aksi ambil untung,”tandasnya.

Meski IHSG melonjak, tapi tidak semua sektor bisa menguat. Hanya sembilan sektor bisa menghijau, sedangkan sektor agrikultur turun sekitar 0,5%. Rata-rata sektor yang menghijau penguatannya lebih dari dua persen. Saham-saham bank kelas berat memimpin penguatan.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 1,939 triliun di seluruh pasar. Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 307.691 kali pada volume 6,282 miliar lembar saham senilai Rp 8,024 triliun. Sebanyak 208 saham naik, sisanya 90 saham turun, dan 67 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan mixed, tidak ada yang bisa menandingi penguatan BEI. Bursa China dan Singapura terjebak di zona merah. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 1.125 ke Rp 27.025, Indocement (INTP) naik Rp 1.075 ke Rp 21.950, Bank BRI (BBR) naik Rp 775 ke Rp 8.375, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 725 ke Rp 6.275.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Tunas (SUPR) turun Rp 1.350 ke Rp 6.800, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 550 ke Rp 6.100, Multi Bintang (MLBI) turun Rp 500 ke Rp 1,14 juta, dan Inti Bangun (IBST) turun Rp 400 ke Rp 5.400.

Perdagangan sesi pertama, IHSG melonjak 106,851 poin (2,51%) ke level 4.361,822. Sementara Indeks LQ45 melompat 24,001 poin (3,37%) ke level 735,431. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 164.403 kali pada volume 3,784 miliar lembar saham senilai Rp 4,244 triliun. Sebanyak 198 saham naik, sisanya 73 saham turun, dan 50 saham stagnan.

Bursa-bursa regional bergerak mixed pada sesi pertama setelah diawal perdagangan kompak menguat. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocemetn (INTP) naik Rp 1.150 ke Rp 22.025, Unilever (UNVR) naik Rp 750 ke Rp 26.650, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 625 ke Rp 15.525, dan Adira Finance (ADMF) naik Rp 550 ke Rp 8.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 450 ke Rp 20.900, Siloam (SILO) turun Rp 100 ke Rp 9.400, Buana Finance (BFIN) turun Rp 100 ke Rp 2.200, dan Jakarta International (JIHD) turun Rp 90 ke Rp 1.510.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 39,22 poin atau 0,29% menjadi 4.294,19. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 10,10 poin (1,42%) ke level 721,53,”Indeks BEI bergerak menguat pada pagi ini mengikuti Bursa Asia setelah data 'non-farm payroll' Amerika Serikat yang lebih rendah dapat memperlambat pengurangan stimulus (tapering) yang dilakukan the Fed," kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.

Dia menambahkan, nilai tukar rupiah diawal perdagangan juga bergerak menguat, Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada menambahkan bahwa menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu faktor indeks BEI melanjutkan penguatan.

Secara teknikal, Reza menambahkan, pergerakan indeks BEI yang sempat melewati target batas atas di level 4.223-4.228 poin pada Jumat (10/1) memberikan penilaian bahwa kekuatan daya beli pelaku pasar masih besar. Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 54,11 poin (0,24%) ke level 22.792,14, indeks Nikkei naik 31,73 poin (0,20%) ke level 15.912,06 dan Straits Times menguat 0,30 poin (0,01%) ke posisi 3.144,89. (bani)

Related posts