Muamalat Dorong Cash Management System

NERACA

Jakarta - PT Bank Muamalat Tbk menjalin kerja sama dengan Koperari Pertambangan Bumi Pariri untuk pelayanan cash management system (CMS). Dengan begitu pendapatan dari sektor fee base income (FBI) tahun 2014 dapat terdongkrak. Pasalnya pendapatan dari penyaluran kredit tahun ini diprediksi akan menurun.

“Kami memproyeksikan pertumbuhan FBI atau pendapatan berbasis komisi di tahun 2014 ini mencapai Rp470 miliar. Dengan begitu maka nilai pendapatan tersebut naik 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab pendapatan dari segi pembiayaan tahun ini diprediksi juga akan menurun,” kata Direktur Bisnis Korporasi Bank Muamalat Luluk Mahfudah, usai acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bank Muamalat dengan Koperasi Pertambangan Bumi Pariri, di Jakarta, pekan lalu.

Untuk mencapai target tersebut Luluk menjelaskan perseroan akan mendorong layanan dari berbagai lini seperti kinerja trade finance, layanan treasury, dan FBI dari layanan cash management system. “Maka dari itu sejak awal Januari ini kami mulai gencar untuk mendorong pertumbuhan dari FBI tersebut. Salah satunya dengan menandatangi kerja sama layanan cash management system dengan Koperasi Bumi Pariri ini,” jelasnya.

Khusus mengenai pelayanan cash management system , perseroan berharap terjadi lonjakan yang cukup signifikan sampai Rp2,8 triliun. Bahkan nasabah cash management juga diharapkan dapat tumbuh dua kali lipat dari 708 nasabah menjadi sekitar 1.400 nasabah. “Sekarang rata-rata tiap saldo tiap pengguna cash management system sudah sebesar Rp1,3 miliar. Kalau jumlahnya bisa menjadi double maka semakin menguntungkan bagi kinerja perusahaan,” tambah Luluk.

Menurut Lulu, ambisi perusahaan untuk mendorong laju pendapatan FBI untuk disebabkan pendapatan dari pembiayaan diprediksi menurun seiring dengan perlambatan pertumbuhan pembiayaan. Bila tahun lalu kredit tumbuh di atas 26% pada tahun ini diperkirakan kredit hanya akan tumbuh di kisaran 20%. “Tapi mengenai penyaluran dana kami masih terdepan di pasar retail dan konsumer di sektor UMKM," pungkasnya. [lulus]

Related posts