Bank Hipmi Jaya akan Menaikkan Suku Bunga - Dampak Kenaikan LPS Rate

NERACA

Jakarta - Bank Hipmi Jaya mengaku akan menaikkan suku bunganya terkait dengan kebijakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menaikkan suku bunga BPR sebesar 25 basis poin (bps), dari 9,75% menjadi 10%. Komisaris Utama Bank Hipmi Jaya, Haryadi B Sukamdani mengatakan, pihaknya secepatnya akan menyesuaikan nilai suku bunga yang saat ini sebesar 8,5% per tahun untuk deposito berjangka dan 5% per tahun untuk tabungan.

“Untuk suku bunga deposito minimal 10% per tahun, dengan bunga kredit sekitar 2,5%-3% per bulan. Sedangkan suku bungan tabungan sekitar 7% per tahun. Mudah-mudahan, minggu ketiga bulan Januari kita umumkan,” jelas Haryadi kepada Neraca, Minggu (12/1).

Sementara Sekretaris LPS, Samsu Adi Nugroho mengungkapkan, untuk suku bunga BPR memang dibedakan dengan suku bunga bank umum. Karena secara umum BPR akan sulit bersaing dengan bank umum. “Kita menaikkan (suku bunga) karena memang data di lapangan bunga kredit BPR juga sudah naik,” kata Samsu.

Dengan begitu, lanjut dia, kenaikkan suku bunga acuan LPS atau LPS Rate diharapkan akan semakin banyak nasabah yang masuk dalam penjaminan LPS. Bertransformasinya Bank Perkreditan Rakyat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jaya Raya (BPR Hipmi Jaya) menjadi Bank Hipmi Jaya dinilai sebagai solusi permodalan bagi pengusaha usaha, kecil dan menengah (UKM) yang kesulitan untuk mendapatkan pendanaan dari bank umum.

Tahun ini, Haryadi berencana akan meningkatkan total aset Bank Hipmi Jaya menjadi Rp8 miliar dari sebelumnya hanya Rp2 miliar. Dengan komposisi 50% dana berasal dari anggota Hipmi Jaya dan sisanya berasal dari nasabah umum.

“Kami akan memperkuat integrasi produk dan program Bank Hipmi Jaya dengan program dan keanggotaan Hipmi Jaya. Misalnya, setiap anggota diimbau memiliki rekening di Bank Hipmi Jaya dan pemilik rekening mendapat kemudahan tambahan untuk menikmati fasilitas kredit dari Bank Hipmi,”ujar dia, yang pada Oktober 2013 disetujui Bank Indonesia sebagai pemegang saham pengendali sebesar 40%.

Mantan Sekretaris Umum Hipmi Jaya, Eman Setiawan menambahkan, pihaknya telah bekerjasama dengan PT Bank DKI dan Askrindo untuk memberikan penjaminan kredit kepada seluruh anggota Hipmi Jaya. Askrindo sendiri akan memberikan penjaminan sebesar Rp1,5 triliun kepada Bank Hipmi Jaya.

"Kami targetkan 60%-80% anggota Hipmi Jaya dari 3.000 orang agar menjadi nasabah Bank Hipmi Jaya hingga tahun 2017 mendatang. Sedangkan tahun 2014, kita menargetkan 10%-15%. Memang harus dilakukan bertahap,” paparnya.

Eman juga menjelaskan, meskipun bank ini dimiliki oleh Hipmi Jaya, yang notabenenya bermarkas di Jakarta, namun tidak akan membuka kantor dan juga cabang serta mencari nasabah di Jakarta. Karena statusnya sebagai BPR, sehingga pihaknya akan menyasar ke daerah pinggiran Jakarta seperti Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Serang. [sylke/ardi]

Related posts