Dana Eksplorasi Antam Capai Rp 10,9 Miliar

Tercatat hingga Desember 2013, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah menggunakan dana sebesar Rp10,9 miliar untuk kegiatan eksplorasi komoditas emas, nikel dan bauksit. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, biaya eksplorasi emas pada bulan lalu mencapai Rp6,7 miliar. Kegiatan eksplorasi emas tersebut dilakukan di Pongkor dan Papandayan, Jawa Barat; Cibaliung, Banten; Batulicin, Jambi dan Air Niru, Bengkulu.

Sementara untuk eksplorasi nikel, perseroan mengeluarkan biaya senilai Rp3 miliar. Kegiatan eksplorasi nikel dilakukan di Buli, Maluku Utara dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Adapun, total biaya untuk melakukan eksplorasi bauksit pada bulan lalu sebesar Rp1,2 miliar. Kegiatan eksplorasi ini dilakukan perusahaan tambang pelat merah tersebut di Landak, Tayan dan Minggu Pasir, Kalimantan Barat.

Sebagai informasi, perseroan berencan melakukan kegiatan pertambangan bauksit di wilayah Kalimantan Barat. Hal tersebut dilakukan, seiring berakhirnya penambangan bauksit di Kijang, Kepulauan Riau yang dilakukan perseroan. “Kegiatan penutupan dan pascatambang di tambang bauksit Kijang merupakan wujud penerapan Good Mining Practices.” kata Direktur Operasi PT Aneka Tambang Tbk, Tedy Badrujaman.

Selain penerapan Good Mining Practices, kata dia, perseroan juga berkomitmen untuk memberikan manfaat maksimal bagi stakeholders. Hal tersebut dilakukan sejak awal kegiatan operasi hingga proses penutupan tambang dan pasca kegiatan tambang berakhir. (bani)

Related posts