Trisula Alokasikan Capex Rp 35 Miliar - Remajakan Mesin Dongkrak Produksi

NERACA

Jakarta – Perusahaan pakaian jadi, PT Trisula Internasional Tbk (TRIS) bakal menyiapkan belanja modal sekitar Rp 35 miliar sepanjang tahun ini. Rencananya belanja modal tersebut akan digunakan untuk regenerasi dan automisasi mesin perseroan.

Sekretaris Perusahaan PT Trisula Internasional Tbk, Marcus Brotoatmojo mengatakan, guna meningkatkan kapasitas produksi, perseroan telah menyiapkan belanja modal (capex) Rp 35 miliar, “Belanja modal ini, nantinya akan digunakan untuk meremajakan mesin yang sudah tua,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, perseroan pada tahun ini berencana akan membuka gerai. Pesatnya pertumbuhan penjualan ke pasar domestik membuat perseroan terus memperbanyak gerai penjualan produk-produk perseroan.

Rencananya, perseroan akan menambah sekitar 30 gerai baru, sehingga total gerai yang dimiliki perseroan hingga penghujung tahun ini menjadi 300 gerai. Nilai investasi untuk pembangunan gerai tersebut lebih dari Rp8 miliar.

Per akhir Desember 2013, diperkirakan perseroan telah memiliki sekitar 270 gerai yang terbesar di pulau Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan. Dengan bertambahnya gerai, perseroan menargetkan bisa meningkatkan penjualan tahun ini menjadi Rp805 miliar,”Penjualan tersebut dikontribusikan dari semua lini bisnis perseroan, terutama dari garment sector yang masih menjadi kontributor utama,“ ujar dia.

Asal tahu saja, PT Trisula Internasional Tbk tahun ini menargetkan penjualan sebesar Rp805 miliar. Nantinya, penjualan tersebut dikontribusikan dari semua lini bisnis perseroan, terutama dari sektor garmen yang masih menjadi kontributor utama,”Garment sector memberikan kontribusi utama untuk penjualan perseroan tahun ini sekitar 80-83 persen,” kata Marcus Brotoatmojo.

Sementara itu, penjualan pada tahun ini akan tetap bertumpu pada segmen ekspor sekitar 80% dan sisanya dari segmen penjualan domestik. Disebutkan, target pertumbuhan penjualan tersebut sama dengan target pertumbuhan tahun lalu sebesar 20%. Dirinya mengungkapkan, penguatan nilai mata uang dolar Amerika Serikat membawa dampak positif bagi TRIS karena sekitar 85% penjualannya berorientasi ekspor. Sementara harga pokok penjualan untuk penjualan ekspor sekitar 35% dalam bentuk rupiah, seperti biaya buruh, overhead cost dan biaya lokal lainnya.

Hingga akhir September 2013, perseroan telah menyerap seluruh dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebesar Rp90 miliar. Hasil dana IPO setelah dikurangi biaya penawaran umum menjadi Rp84,41 miliar.

Dana hasil IPO dialokasikan untuk ekspansi usaha sebesar Rp31,23 miliar, akusisi separuh kepemilikan saham PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing (TSC) senilai Rp29,54 miliar, pembentukan perusahaan baru mencapai Rp14,35 miliar dan modal kerja Rp9,35 miliar.

Namun dalam realisasinya, dana hasil IPO tersebut untuk ekspansi usaha sebesar Rp29,65 miliar, akusisi separuh kepemilikan saham TSC sebesar Rp27 miliar, pembentukan perusahaan baru senilai Rp15,3 miliar dan sisanya Rp12,46 miliar untuk modal kerja. (bani)

Related posts