Mengawali Pekan Ini, IHSG Menguat Terbatas

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil keluar dari tekanan dan mencatatkan penguatan sebesar 53,75 poin atau 1,26% ke posisi 4.254,97. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 12,78 poin (1,80%) ke level 711,43.

Kata analis Trust Securities, Reza Priyambada, penguatan indeks BEI ditopang sentimen positif masih bertahannya suku bunga Bank Indonesia di level 7,5%,”BI rate yang dipertahankan di level 7,5% masih menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik,”ujarnya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Dia menambahkan, salah satu faktor indeks BEI menguat juga dipicu oleh pelaku pasar asing yang kembali melakukan aksi beli. Dalam data perdagangan saham BEI, pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp96,492 miliar. Selain itu, lanjut dia, positifnya bursa saham di kawasan Asia menambah katalis positif bagi pasar saham dalam negeri.

Sementara itu, analis HD Capital, Yuganur Wijanarko mengatakan, secara teknikal potensi pelemahan indeks BEI masih ada setelah mengalami penguatan selama dua hari terakhir,”Hal itu menandakan bahwa pelaku pasar sebaiknya melakukan penjualan dan menunggu koreksi untuk kembali mengakumulasi,"ujarnya.

Berikutnya, perdaganagn saham Senin awal pekan, diproyeksikan bakal bergerak terbatas seiring dengan libur kejepit. Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 175.249 kali dengan volume mencapai 3,68 miliar lembar saham senilai Rp4,84 triliun. Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng ditutup menguat 58,92 poin (0,26%) ke level 22.846,25, indeks Nikkei naik 31,73 poin (0,20%) ke level 15.912,06 dan Straits Times melemah 1,79 poin (0,06%) ke posisi 3.143,62.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 28,59 poin atau 0,68% ke 4.229,81. Indeks LQ45 juga turut menguat 7,70 poin atau 1,1% ke 706,35, Jakarta Islamic Indeks (JII) melemah 5,31 poin atau 0,9% ke 579,59, dan indeks IDX30 naik 4,33 poin atau 1,3% ke 361,88.

Sejalan dengan IHSG, laju saham Asia juga turut menguat, dengan Indeks Hang Seng naik 72,04 poin atau 0,32% ke 22.859,33, indeks Nikkei menguat 17,77 poin atau 0,11% ke 15.898,10 dan Straits Times naik 5,77 poin atau 0,18% ke 3.151,18. Tercatat sebanyak 143 saham menguat, 106 saham melemah, dan 74 bergerak stagnan. Adapun transaksi sebesar Rp2,033 triliun dari 1,935 miliar lembar saham diperdagangkan.

Sektor saham semuanya menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah industri dasar yang naik 2,06%. Sedangkan yang melemah sektor perkebunan dan aneka industri, yang masing-masing turun 2,33% dan 0,46%.

Adapun saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers, antara lain PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp130 ke level Rp4.410, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menguat Rp25 ke level Rp5.025 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp25 ke level Rp6.600.

Sedangkan saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp50 ke level Rp24.700, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp25 ke level Rp6.750 dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp25 ke level Rp5.050.

Sebaliknya, pada awal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 4,53 poin atau 0,11% menjadi 4.196,69. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,16 poin (0,17%) ke level 697,48.

Head of Research Valbury Securities, Alfiansyah mengatakan, investor mulai mempertimbangkan kemungkinan the Fed mengurangi stimulus keuangannya dengan agresif menyusul data ekonomi AS yang cukup positif,”Tingkat pengangguran AS turun menjadi tujuh persen di bulan November 2013, diperkirakan terus menurun seiring meningkatnya tingkat kepercayaan bahwa ekonomi AS akan berada di jalur pertumbuhan yang berkelanjutan," kata dia.

Kondisi itu, lanjut dia, membayangi indeks bursa saham Asia, termasuk IHSG BEI kendati sentimen dari dalam negeri terbilang positif setelah BI mempertahankan suku bunganya di 7,5%.

Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat sebesar 5,7% pada 2013 lalu, atau merupakan yang terbesar kedua di dunia dapat memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan.

Selain itu, lanjutnya, dipertahankannya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) di level 7,5% bisa memberikan sentimen positif bagi sektor riil dalam negeri. Maka melihat kondisi itu, IHSG masih akan bergerak 'mixed' dan berpotensi menguat. Kisaran indeks berada dalam 4.188--4.230 poin. Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 24,00 poin (0,11%) ke level 22.811,33, indeks Nikkei turun 70,90 poin (0,45%) ke level 16.807,93 dan Straits Times menguat 0,82 poin (0,03%) ke posisi 3.146,21. (bani)

Related posts