SCBD Kuras Dana Hingga Rp797,3 Miliar - Realisasikan Buyback Saham

NERACA

Jakarta – PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD) berencana kucurkan dana sebanyak-banyaknya Rp797,3 miliar untuk memuluskan aksi korporasinya berupa pembelian kembali (buyback) sahamnya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sekretaris Perusahaan PT Danayasa Arthatama Tbk Tony Soesanto mengatakan, saham-saham yang akan dibeli perseroan adalah saham yang telah diedarkan dan tercatat di BEI,”Tujuan pembelian kembali saham yang beredar adalah untuk membantu stabilisasi harga saham perseroan di BEI”, katanya.

Dia menambahkan, sebanyak-banyaknya perseroan akan membeli saham senilai Rp797,3 miliar atau sekitar 10% dari modal disetor dan ditempatkan. Dana unutk melakukan pembelian saham ini diperoleh dari saldo laba perseroan per 30 September 2013 sebesar Rp1,75 triliun.

Sehingga, diperkirakan aset dan ekuitas perseroan akan turun sebanyak dana yang dikeluarkan dari saldo laba untuk merealisasikan buyback tersebut. Meski begitu, perseroan menyatakan pelaksanaan pembelian kembali sahamnya tidak akan memberikan dampak negatif material terhadap kegiatan usaha perseroan.“Hal ini karena perseroan memiliki modal kerja dan kelebihan dana kas yang cukup untuk membiayai seluruh aktivitas pengembangan usaha dan operasional termasuk buyback ini”, ungkapnya.

Pembelian kembali saham perseroan merujuk pada peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) No.02/POJK.04/2013 tentang pembelian kembali saham yang dikeluarkan emiten dalam kondisi pasar yang fluktuatif. Pembelian kembali saham akan dilaksanakan pada 13 januari 2014-13 Maret 2014.

Perseroan juga telah menunjuk PT Onix Securities unutk bertindak sebagai perusahaan perantara perdagangan efek. Adapun pada pelaksanaannya, buyback akan dilaksanakan melalui BEI selama 3 bulan, 3 hari setelah pengumuman rencana buyback diterbitkan.

Selain SCBD, perusahaan properti dan real estate yang juga melakukan buyback sahamnya adalah PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA)dengan anggaran Rp80 miliar. Perseroan menjadwalkan aksi korporasi itu dilakukan secara bertahap pada periode 3 Oktober 2013 —3 Januari 2014.

Perseroan mengalokasikan dana Rp80 miliar dari dana perseroan yang belum ditentukan penggunaannya yaitu sebasar Rp225,2 miliar. Buyback saham dilakukan paling banyak 20% dari jumlah modal disetor. Perseroan telah menunjuk PT Bahana Securities untuk melakukan pembelian kembali saham perseroan dengan memperhatikan peraturan dan undang-undang yang berlaku.

Sama halnya dengan SCBD, Perdana Gapuraprima juga menilai pelaksanaan buyback saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material bagi kegiatan usaha dan pertumbuhan perseroan. (nurul)

Related posts