ADB-Standard Chartered Kerja Sama Program Pembiayaan Jaringan Distribusi

NERACA

Manila - Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Standard Chartered Bank (Standard Chartered) untuk mendukung pembiayaan jaringan distribusi atau supply chain di Asia, di mana ini merupakan kerja sama pertama setelah ADB meluncurkan program pembiayaan jaringan distribusi atau Supply Chain Finance (SCF) belum lama ini.

Perjanjian kerja sama ini diharapkan dapat membiayai lebih dari US$800 Juta transaksi jaringan distribusi, di mana sebagian besar akan dinikmati oleh usaha kecil dan menengah (UKM) yang memasok bahan baku kepada perusahaan-perusahaan besar, baik untuk produksi barang setengah jadi maupun barang jadi, dan juga untuk penjualan retail.

Dalam perjanjian kerja sama ini, ADB dan Standard Chartered akan berbagi risiko dalam transaksi. Hal ini akan mendukung pembangunan jaringan distribusi di Asia, termasuk juga antara Asia dengan kawasan lain di dunia.

“Kesenjangan pasar untuk pembiayaan jaringan distribusi memiliki dampak pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, oleh karena itulah ADB memasuki wilayah ini,” ungkap Steven Beck, Head of Trade Finance ADB di Manila, Filipina, Kamis (9/1). ADB mengaku sangat bangga dapat menandatangani perjanjian kerja sama dengan Standard Chartered untuk menutupi kesenjangan pasar dalam mendukung pembangunan dan penciptaan lapangan kerja di Asia.

Didukung dengan penilaian kredit AAA, program SCF dari ADB melengkapi kesuksesan program pembiayaan perdagangan atau Trade Finance Program (TFP). Berbeda dengan inisiatif TFP, di mana kesenjangan pasar ditutupi dengan penyediaan jaminan dan pinjaman dari bank, program SCF akan mengambil risiko komersial perusahaan dan meningkatkan likuiditas dalam jaringan distribusi.

Global Head, Liability & RWA Management Standard Chartered Joshua Cohen menyampaikan, “Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan ADB dalam program berbagi risiko untuk jaringan distribusi yang pertama. Kerjasama ini sebagai bukti atas kekuatan pembiayaan perdagangan dan komitmen kami dalam mendukung jalur perdagangan, yang merupakan urat nadi dari ekonomi global.”

Sebagai bagian dari inisiatif global Clinton atau Clinton Global Initiative, Standard Chartered juga telah memiliki komitmen untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada UKM sebesar 45% untuk pasar Asia, Afrika dan Timur Tengah dalam kurun waktu 5 tahun. Selanjutnya, penandatangan kerjasama pada hari ini merupakan salah satu bukti komitmen untuk terus menyalurkan kredit kepada UKM, sebuah sektor yang memainkan peran yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi di negara-negara di mana Standard Chartered beroperasi. [rin]

Related posts