Siloam Sisakan Dana IPO Rp250,58 Miliar

NERACA

Jakarta- PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatat masih memiliki sisa dana anggaran sebesar Rp 250,58 miliar dari hasil penawaran saham perdananya tahun lalu. Dari total dana yang diperoleh melalui penawaran saham umum perdana ( Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp 1,4 triliun, SILO telah melakukan pembayaran pinjaman kepada induknya, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sebesar Rp 464,91 miliar.

Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan melalui keterangan yang diterbitkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (9/1). Selain itu, perseroan juga telah merealisasikan dana tersebut untuk kebutuhan akuisisi dan ekspansi yang dilakukan perseroan.

Diketahui, Siloam Hospitals belum lama ini telah mengakuisisi dua rumah sakit di Bali, yaitu rumah sakit BIMC Kuta dan Nusa Dua, Bali. Untuk mengakuisisi dua rumah sakit tersebut, perseroan mengucurkan dana sebesar Rp308 miliar,”Dengan akuisisi ini, Siloam sekarang mengoperasikan tiga rumah sakit di Bali, melengkapi rumah sakit dengan 280 kapasitas tempat tidur yang saat ini sudah beroperasi yaitu Siloam Hospitals Bali,” kata Presiden Direktur Siloam Hospitals Group Dr. Gershu Paul.

Akuisisi yang dilakukan perseroan ini dilakukan melalui pembelian 80% saham dari PT Medika Sarana Traliansia (MST) termasuk pengambilalihan utangnya. Menurut Gershu Paul, dengan akuisisi ini Siloam akan hadir di titik-titik tujuan utama di Bali, yaitu di Kuta dan di Nusa Dua.

Selain itu, Siloam juga berencana untuk mendirikan Klinik di Ubud, Mataram dan Labuan Bajo untuk memastikan bahwa penduduk dari wilayah tersebut memiliki akses ke layanan kesehatan primer maupun sekunder yang berkualitas, “Siloam akan menambah lebih dari 80 tempat tidur dari 280 kapasitas tempat tidur yang sudah ada saat ini di Siloam Hospitals Bali di Jalan Sunset Road, Kuta,” katanya.

Perseroan cukup optimis akan membuka 6 sampai 8 rumah sakit hingga 2014 dimana dana pembangunan tersebut diperoleh dari hasil penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Sementara untuk anggaran belanja modal tahun ini, perseroan menganggarkan dana sebesar Rp800 miliar yang akan digunakan untuk meneruskan pembangunan kedua rumah sakit. Targetnya, hingga akhir tahun, perseroan dapat memperoleh pendapatan hingga Rp2,7 triliun.

Chief Financial Officer PT Siloam International Hospitals, Romeo Fernandez Liedo pernah bilang, selain membangun rumah sakit Siloam, pihaknya juga telah mengakuisisi 5 rumah sakit dengan harga bervariasi. Kelima rumah sakit tersebut berlokasi di Kebun Jeruk (Jakarta), Surabaya, Jambi, Cinere dan Balikpapan, “Untuk yang kami bangun ada MRCCC Semanggi, Cikarang, Manado, Lippo Village, Makassar, Palembang, Bali dan TB Simatupang,” ujarnya.

Diakuinya, untuk rumah sakit yang berada di TB Simatupang (Jakarta) dan Bali belum memberi kontribusi positif terhadap perseroan karena baru selesai dibangun. Selain itu perseroan juga berencana membangun 2 rumah sakit lagi di Kupang dan Medan yang kemungkinan akan direalisasikan pada kuartal IV 2013.

Pembangunan rumah sakit tersebut diperkirakan memakan waktu hingga mencapai 2 tahun.“Nilai investasi untuk 1 rumah sakit mencapai US$25 juta, namun anggaran capex kami yang kemungkinan mencapai Rp1,8 triliun tidak hanya untuk membangun rumah sakit saja melainkan ada akuisisi lahan dan pembayaran dana yang diperoleh dari Lippo Karawaci,” ungkapnya. (lia)

Related posts