Aperlindo Targetkan Pasar Lampu LED 40 Juta Unit - Produsen Lokal Diberi Ruang

NERACA

Jakarta - Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) menargetkan pasar lampu Light Emitting Diode (LED) hingga akhir tahun mencapai 40 juta unit karena program penambahan listrik murah bagi 3,5 juta pelanggan di Indonesia.

“Pasar lampu LED pada tahun ini akan menyentuh 40 juta unit karena pelaku usaha telah meminta pemerintah ikut menyertakan lampu LED buatan Indonesia kepada 3,5 juta pelanggan listrik baru. Nantinya, lampu yang dipakai harus buatan dari dalam negeri,” kata Ketua Aperlindo, John Manopo, di Jakarta, Kamis (9/1).

Produk LED, menurut John, telah diproduksi empat perusahaan nasional. Namun, belum ada negara di dunia yang menggunakan lampu LED lebih dari 20%.“Empat perusahaan yang sudah memasarkan LED adalah PT Sinar Angkasa Rungkut, Surabaya, yang membuat LED dengan brand Chiyoda, PT Pancaran Indonesia, Tangerang, dengan brand Cahaya, PT Sure Indonesia, Tangerang, dengan brand Kunang serta PT Sentosa Elektri, Bandung, dengan brand Keibu. Diproyeksikan pasar LED 2013 menyentuh 15 juta unit,” ujarnya.

Untuk Chiyoda, lanjut John, telah memulai produksi massal sejak Januari 2013 dengan kapasitas produksi sekitar 12.500 unit per hari.“Harganya akan dibanderol sekitar Rp25.000 sampai dengan Rp50.000 per unit. TKDN-nya sudah mencapai 65%. Yang diimpor hanya komponen LED, sedangkan glass tube sudah diproduksi di Indonesia dan produsen LHE yang berekspansi ke produk LED tidak akan sulit,” tandasnya.

Pasar lampu hemat energi di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang baik dari tahun ke tahun pasar lampu hemat energi di Indonesia mencapai 200 juta unit.Saat ini (konsumsi lampu hemat energy dalam negeri meningkat sekitar 260 juta unit.

Peningkatan kebutuhan akan konsumsi akan lampu hemat di Indonesia sangat menjanjikan. Hal ini mendorong kami untuk mencoba meraih pangsa pasar di Indonesia , kata Adrianus Herdian, General Manager, LIGMAN Lighting Indonesia.

Manufaktur international untuk produk lampu luar ruangan ini telah mengumumkan keberadaannya di Indonesia sekaligus menunjuk distributor resmi untuk mengembangkan pasarnya di Indonesia.LIGMAN menunjuk PT Lelco Trindo Graha Nusantara dan PT Megacahaya Dewata sebagai distributror resminya di Indonesia.

Bagi LIGMAN, Indonesia merupakan Negara ke-65 sekaligus untuk memperluas jangkauan pasarnya di Asia Tenggara. “Kami optimis dapat bertumbuh sebesar 40 % di segmen lampu luminaries hingga 1 tahun mendatang,” katanya.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, LIGMAN menargetkan jumlah jumlah distributor hingga 5 mitra terutama untuk menggarap pasar di area timur Inodensia dan Kalimantan.Perusahaan yang memiliki slogan “The Quality of Life” ini, memproduksi berbagai jenis lampu yang mengutamakan kualitas dan berteknologi tinggi, baik untuk lampu konvensional, maupun lampu LED (Light Emitting Diode). semuanya didukung dengan material luminaires.

Produk LIGMAN dapat diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan seperti penerangan taman, gedung perkantoran, mal, perhotelan, perumahan, lapangan tenis, dan lainnya,Proiritas bisnis kami saat ini adalah memperlus kemitraan dengan beberapa distributor yang sudah memahami benar pasar Indonesia, lanjutnya.

Sementara itu Manajemen perusahaan elektronik Royal Philips mengungkapkan Indonesia saat ini telah menjadi salah satu negara dengan pasar lampu yang tumbuh paling pesat di dunia.Pertumbuhan pasar lampu tersebut didukung oleh pesatnya infrastruktur dan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat di Tanah Air.

Menurut Operations Manager Philips Lighting Indonesia – Industrial, PT Philips Indonesia, Maciej Bartnicki, Indonesia kini merupakan salah satu pasar lampu yang mengalami booming paling tinggi di dunia.Kendati tidak bersedia menyebut angkanya, dia mengungkapkan bagi Philips posisi pasar Indonesia kini relatif setara dengan negara-negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi paling pesat, seperti China dan India.

“Indonesia merupakan salah satu negara yang terpenting bagi Philips. Karena itu, kami terus mempertahankan dan menggenjot kinerja pabrik Philips di Indonesia,” ujarnya.

Related posts