Tjiwi Kimia Suntik Modal OKI US$ 407 Juta

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) mengaku melakukan penambahan modal pada anak usahanya, PT Oki Pulp & Paper Mills (OKI) sebesar US$407 juta. Penambahan modal ini akan diberikan secara bertahap. Pada tahun ini perseroan berencana menggelontorkan dana untuk anak usahanya tersebut sebesar US$ 167 juta. “Untuk tahun ini, kami akan gelontorkan dana ke OKI sebesar US$ 167 juta. Sedangkan untuk tahun 2015 kami belum akan suntik dana kembali. Sisanya baru akan diberikan di tahun 2016,” kata Direktur Tjiwi Kimia, Suhendra Wiriadinata di Jakarta, Kamis (9/1).

Dia menyebutkan, di tahun 2013 lalu perseroan telah menggelontorkan dana sebesar Rp300 miliar. Rencana penambahan modal yang akan dilakukan ini merupakan salah satu agenda yang telah disetujui oleh pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Adapun agenda lainnya adalah pemberian persetujuan kepada Direksi Perseroan untuk menjaminkan seluruh atau sebagian besar aset kekayaan Perseroan di OKI untuk memperoleh pinjaman dari China Development Bank Corporation (CBD).

Penambahan modal tersebut, sambung dia, dilakukan untuk mendukung pembangunan pabrik pulp milik OKI yang berlokasi di wilayah Ogan Komerling Ilir, Sumatera Selatan. Pabrik tersebut memiliki kapasitas 2 juta ton per tahun dengan total nilai investasi sebesar USD 2,639 miliar. “Proses pembangunannya sendiri saat ini telah berjalan, dan diperkirakan akan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal kedua tahun 2016 mendatang.” jelasnya.

Diketahui, jumlah penambahan modal tersebut terdiri dari modal saham saat ini US$30,16 juta, dan penambahan modal saham US$377,1 juta. Seluruh modal saham tersebut akan digadaikan dengan nilai penjaminan sebesar nilai nominalnya. Selain itu, perseroan juga memberikan komitmen pembiayaan proyek mengenai kesanggupan untuk menyediakan self financing sebesar porsi own share.

Perseroan juga berencana menanggung apabila terjadi cost over run pada saat pembangunan proyek serta menyediakan dana apabila terjadi cash deficiency untuk pembayaran seluruh kewajiban kepada kreditur/bank. Termasuk kekurangan biaya operasional selama proyek OKI beroperasi.

Diketahui, perusahaan yang bergerak di bidang industri kertas dan pengemas ini pada semester pertama 2013 ini mencatatkan laba bersih sebesar US$22,02 Juta atau US$0,016 per saham. Laba bersih perseroan di periode ini menunjukkan penurunan kinerja perseroan sebesar 37,85% jika dibandingkan dengan laba bersih yang diperoleh pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$35,43 juta atau US$0,026 per saham.(lia)

Related posts