Ancora Indonesia Restrukturisasi Utang US$15,6 Juta

NERACA

Jakarta- PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) melakukan restrukturisasi atas pinjaman dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB) dengan jumlah outstanding sebesar US$15,6 juta. Perseroan menandatangani perubahan (addendum) perjanjian kredit pada 9 Januari 2013 atas perjanjian kredit awal yang dibuat pada 16 September 2009. Informasi ini disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (9/1).

Disebutkan, jenis pinjaman dalam perubahan perjanjian kredit pada 9 Januari 2014 ini merupakan pinjaman investasi senilai US$15,6 juta, dan memiliki tanggal jatuh tempo 60 bulan terhitung sejak tanggal ditandatanganinya perjanjian kredit restrukturisasi. Adapun tingkat suku bunga yang dikenakan untuk pinjaman ini, yaitu sebesar 10% per tahun.

Skema pembayaran untuk pinjaman ini dengan sistem ballon payment (ballooning). Perseroan menjaminkan 918.304.978 lembar saham atau sebesar 52% saham milik PT Ancora Resources, dan 36% saham milik perseroan pada PT Bormindo Nusantara, atau setara dengan 64.800 lembar saham.

Selain itu, perseroan juga memberikan jaminan berupa corporate guarantee dari PT Ancora Resources, dan Debt Service Reserve Account (DSRA) dengan jumlah US$1,25 juta. Jumlah tersebut ekuivalen tiga bulan kewajiban pembayaran bunga dan satu kuartalan pembayaran pokok yang diikat dengan perjanjian dan kuasa pencairan dana dalam rekening penampungan.

Diketahui, untuk mendukung kinerja pada 2014 ini, manajemen perseroan sebelumnya mengaku mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$10 juta. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pembelian alat pengeboran.

Perseroan akan menambah empat rig (alat pengeboran) melalui anak usahanya yakni PT Bormindo Nusantara. “Dua rig sudah datang dan akhir Desember sudah bisa digunakan. Sedangkan, sisanya akan datang pada kuartal kedua 2014,” kata Presiden Direktur PT Ancora Indonesia Resources Tbk, Aulia M Oemar.

Targetnya, perseroan dapat memperoleh laba bersih sebesar US$ 2 juta, atau naik 300% dari estimasi laba bersih pada akhir tahun ini sekitar US$500.000. Adapun pendapatan perseroan ditargetkan US$200 juta. Anak usaha perseroan, PT Bormindo Nusantara disebut sebut telah memperoleh empat kontrak baru pada tahun depan senilai US$121 juta, dan diperkirakan dapat menyumbang ke pendapatan perseroan sebesar 25%. (lia)

Related posts