Danai Akuisisi, WIKA Beton Siap Go Public - Cari Pendaan Lewat Pasar Modal

NERACA

Jakarta – PT Wijaya Karya Beton (Wika Beton) dipastikan akan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) dan diperkirakan akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Maret 2014. Pihak PT Wijaya karya Tbk (WIKA) selaku induk usaha Wika Beton mengungkapkan, sebagian dari dana IPO tersebut akan digelontorkan Wika Beton unutk mengakuisisi perusahaan.

Sebagian lainnya akan digunakan untuk investasi pabrik dalam menambah kapasitas produksi beton. Direktur Keuangan WIKA, Adji Firmantoro mengungkapkan bahwa, sebagian dari IPO akan digunakan untuk mengakuisi perusahaan di Kepulauan Riau senilai Rp250 miliar, dan juga sebagian lagi untuk perluasan produksi,”Secara total belum bisa disebutkan, karena masih dalam tahap penyerahan berkas ke OJK (Otoritas Jasa keuangan) sehingga tidak bisa melangkahi aturan yang ada”, ujarnya di Jakarta, Kamis (9/1).

Dalam proses menuju perusahaan publik, Wika Beton akan menggunakan buku keuangan September 2013. Sehingga diperkirakan Wika Beton akan mencatatkan namanya di BEI pada Maret 2014. Sementara itu, WIKA sendiri sebagai induk perusahaan akan mendatangi OJK pada 10 Januari 2014 untuk melakukan pendaftaran sehingga target listing di BEI pada Maret 2014 dapat terealisasikan.

Hingga saat ini, kapasitas produksi Wika Beton mencapai 2 juta ton per tahun dari 8 pabrik beton yang berada di Lampung, Makassar, Pasuruan, Boyolali, Majalengka, Karawang, Bogor, dan Medan. Sementara untuk tahun 2014 ini, pihak Wika Beton menargetkan dapat menaikan produksinya menjadi 2,2 juta ton.“Sepanjang 2013 Wika Beton diperkirakan memperoleh laba bersih sebesar Rp240 miliar dan mampu menyumbang ke pendapatan induk usaha sebesar 40% secara konsolidasi. Sedangkan tahun ini ditargetkan laba bersih Rp280 miliar”, ungkapnya.

Direktur PT Wijaya Karya Tbk Ganda Kusuma sebelumnya mengatakan bahwa sampai saat ini tim perseroan masih melakukan persiapan untuk pelaksanaan IPO. Menurut dia, Wika Beton mengincar dana hasil IPO sekitar Rp1 triliun sampai Rp1,5 triliun.

Namun untuk penjamin emisi Wika Beton dalam pelaksanaan IPO, dia belum bisa menyebutkan saat ini. “Nanti akan kami beritahukan, Wika Beton ini bagus sehingga kami akan menawarkan harga premium “, ungkapnya.

Sebelumnya, Wika Beton bersama anak usaha PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) yaitu PT Krakatau Engineering membentuk perusahaan patungan (joint venture). Kesepakatan ini dilakukan dalam rangka memperbesar peluang pasar di bidang produk beton pracetak.

Selain itu, pembentukan Joint Venture juga dinilai sejalan dengan keinginan pemerintah sebagai upaya sinergi dari perusahaan-perusahaan BUMN agar kinerja masing-masing bisa lebih maksimal. Dalam kesepakatan yang telah ditandatangani oleh pihak-pihak terkait, Wika Beton memegang kepemilikan saham sebesar 60%, PT Krakatau Engineering sebesar 30% dan sisanya sebesar 10% dimiliki oleh WIKA.

Nantinya, perusahaan baru tersebut bakal diberi nama PT Wijaya Karya Krakatau Beton dan akan dibangun di Kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon. Kantor pusat sekaligus pabrik perusahaan baru tersebut dibangun di atas lahan seluas 3 hektar dengan estimasi kapasitas produksi sekitar 41 ribu ton per tahun. (nurul)

Related posts