Pengembangan Manusia Termasuk Fokus Utama - RPJMN Kelautan dan Perikanan 2015-2019

NERACA

Jakarta – Perikanan dan kelautan merupakan sektor yang diharapkan mampu menjadi ketahanan pangan nasional. Itu sebabnya, guna mencapai tingkat yang lebih maskimal di tahun-tahun mendatang maka perlu upaya dan kerja keras dari setiap elemen untuk membangun sektor kelautan dan perikanan. Guna mendukung pencapaian itu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) III, ada 3 fokus utama RPJMN tahun 2015 – 2019.

Sekertaris Jenderal KKP Syarief Widjaja mengatakan dengan potensi kelautan dan perikanan yang begitu besar maka perlu dibangkitkan sumber-sumber baru dan produk yang bisa membuat masyarakat hidup dari sektor kelautan dan perikanan. Oleh karena itu, RPJMN tahun 2015 – 2019 KKP fokus pada 3 hal yaitu pertama kompetitif ekonomi yang berbasis Sumber Daya Alam (SDA) yang berkelanjutan, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan inovasi teknologi.

“Alasan memasukan SDM sebagai salah satu prioritas utama dalam RPJMN, karena sebesar apa pun potensi kelautan dan perikanan kita, dan secanggih apapun teknologi yang jika tidak didukung dengan SDM yang unggul sama saja tidak mampu menggali potensinya. Oleh karennya kita coba kembangkan dan terus tingkatkan kemampuan SDM nasional secara menyeluruh,” katanya sesaat setelah mengisi acara Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema “Pengembangan SDM Kelautan dan perikanan dan RPJMN III 2015 – 2019" di Sekolah Tinggi Perikanan (STP), Jakarta, Kamis (9/1).

Jadi memang, sambung Sekjen, kedepan kita harus balance dalam menyiapkan peningkatan ekonomi disektor kelautan dan perikanan. Kita menyatukan mulai dari kebijakan, membuat program, menarik investor yang punya modal, teknologi dan mempunyai manajemen rapi, yang kemudian menarik masyarakat untuk dapat bekerja dan menjadi lebih baik. Sehingga ada kesatuan yang berjalan bersamaan. “Oleh karenanya untuk melanjutkan produktifitas yang berkelanjutan itu, maka kita harus bangun mulai dari SDM agar capaian-capain yang sekarang bisa lebih sustainable dan bisa lebih baik lagi kedepan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama Suseno Sukoyono, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP), mengatakan, tugas membangun kelautan dan perikanan nasional bukan hanya tugas dari satu Kementerian kelautan dan perikanan taupun tugas BPSDM KP saja tapi harus bersinergi untuk berbagi tugas, menyiapkan SDM unggulan, berkualitas tinggi untuk mengembangkan dan meningkatkan kelautan dan perikanan nasional secara menyeluruh.

“Dalam menciptakan SDM yang unggul tentu saja butuh kerjasama yang kuat dari semua elemen, karena peningkatan sektor kelautan dan perikanan nasional bisa berjalan sesuai yang diinginkan jika kita mampu menciptakan SDM yang berdaya saing dan berkompeten dibidangnya” katanya.

Kenapa dalam RPJMN 2015-2019, SDM masuk didalam perhatian fokus utama sektor kelautan dan perikanan, karena sesuai dengan data Bapenas ada dua fokus utama yaitu pendidikan dan kesehatan. Sesuai dari data dari Bapenas 60% tenaga kerja kita baru lulusan SD makanya kami konsen untuk peningkatan SDM yang unggul dilingkup kelautan dan perikanan. “Program utama dari BPSDM KP yaitu peningkatan SDM untuk menciptakan produktifitas SDM yang berdaya saing,” tegasnya.

Kemampuan Spesifik

Sedangkan menurut Slamet Soebijakto, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, mengatakan Penyerapan SDM di budidaya tentu saja sangat besar di tahun-tahun mendatang, hanya saja di perikanan budidaya ada kemampuan atau pun skill yang harus disesuaikan dengan komoditas perikanan tertentu, mengingat jumlah komoditas perikanan budidaya sangat banyak. Kedepan, harapannya tenaga ahli yang mengawal teknologi lebih mengarah pada spesifikasi komiditas perikanan yang dibutuhkan. “Perkembangan perikanan budidaya sangat pesat, tentu saja perlu dukungan dari SDM unggulan sebagai penopang peningkatan hasil produktifitas perikanan budidaya,” katanya.

Menurut Ketua STP, Tatang Taufiq Hidayat, acara ini diselenggarakan dalam bentuk FGD agar semua peserta dapat berperan aktif dalam memberikan masukan. FGD tersebut bertujuan untuk pencapaian pembangunan kelautan dan perikanan di mana peran SDM merupakan bagian yang esensial serta pengembangan kualitas SDM yang harus mampu mengimbangi secara dinamis perubahan teknologi, ekonomi, dan sosial. Tujuan lainnya adalah untuk mendapatkan perumusan langkah-langkah terkait pengembangan SDM yang diperlukan untuk mendukung pembangunan dalam dimensi ketahanan pangan dan nutrisi, penguatan daya saing, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelestarian sumberdaya alam, serta pemantapan paradigma negara bahari. “Dimasukannya peningkatan SDM dalam RPJMN merupakan langkah yang strategis, karena memang pembahasan jangka menengah untuk sektor perikanan nasional perlu dibangun melalui SDM yang mumpuni,” tegasnya.

Related posts