Jumlah Pengungsi Terus Bertambah - Korban Sinabung Butuh Bantuan Sosial

Meminimalisasi gangguan kesehatan serta psikis korban Sinabung yang makin bertambah tentunya memerlukan kontribusi semua pihak dalam sebuah Kolaborasi kemanusiaan, khususnya korporasi melalui corporate social responsibility(CSR) mereka.

NERACA

Aktivitas Gunung Sinabung semakin tinggi. Tercatat 52 kali erupsi dalam satu hari membuat Masa Tanggap Darurat untuk kesekian kalinya diperpanjang sampai dengan 18 Januari 2014.Saat ini, masyarakat yang mengungsi sudah lebih dari 20 ribu jiwa (lebih dari 6000kk).7.000 jiwa, diantaranya sudah berada dipengungsian sejak awal Sinabung Meletus di pertengahan Agustus 2013. Jika aktifitas Gunung Sinabung terus meningkat, radius zona merah akan diperluas 10-15km.

Pengungsi ditampung di Gereja, Gedung Pemerintahan, Sekolah & Masjid. Kondisi dipengungsian cukup memprihatinkan. Ribuan orang berjubel dalam satu tempat. Ketersediaan MCK sangat minim, dan cadangan logistik diposko-posko tanggap darurat sudah menipis karena pasokan minim.

Ketika seluruh dunia menyambut tahun baru dengan gembira, sejumlah pengungsi kelihatan meneteskan air mata pada tahun baru tersebut, karena membayangkan rumah, kebun, hewan ternak mereka ditinggalkan selama ini di kampung dan tidak ada yang mengurus. Para pengungsi erupsi Gunung Sinabung merasa sedih dan beberapa bulan lamanya tinggal di tempat penampungan,

"Kami tidak lagi memikirkan keindahan Tahun Baru. Tidak ada lagi istilah membeli pakaian baru buat anak - anak," ujar seorang wanita pengungsi, Elisa Tarigan (40) beberapa pekan lalu.

Ibu dari empat orang anak ini merupakan warga asal Desa Tigan Ndreket yang sudah sebulan lebih berada di tengah pengungsian. Ia merupakan salah seorang dari puluhan ribu pengungsi yang mengalami stres selama berada di pengungsian.

Untuk melayani sekian banyak pengungsi dan meminimalisasi gangguan kesehatan serta psikis tentunya memerlukan kontribusi semua pihak dalam sebuah Kolaborasi kemanusiaan, publik, institusi, pemerintah maupun korporasi melalui corporate social responsibility(CSR) mereka.

Sesuai dengan UU No. 40 Tahun 2007 yang menganjurkan perusahan untuk menjalankan CSR, Baik perusahaan swasta maupun BUMN telah mewujudkan tanggung jawab sosial perusahannya dengan memusatkan perhatian memberikan bantuan untuk para korban musibah meletusnya Gunung Sinabung.

Tak ayal, bantuan para korban meletusnya gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara terus mengalir dari sejumlah pihak. Bantuan-bantuan tersebut pada umumnya berbentuk material sandang dan pangan serta bantuan masker. PT Trans Retail Indonesia (Carrefour) misalnya.

Carrefour memberikan bantuan kebutuhan pokok berupa air mineral, beras, gula pasir, mi instan, deterjen, pembalut wanita, popok, biskuit, dan peralatan makan kepada korban bencana erupsi Gunung Sinabung. Bantuan tersebut diserahkan di tiga lokasi pengungsi erupsi gunung Sinabung di Posko Mesjid Agung Kaban Jahe, Posko Gereja Katolik Kaban Jahe, dan Posko Gereja GBKP Kaban Jahe.

"Carrefour adalah bagian dari masyarakat Sumatra Utara. Kami turut prihatin dan ikut merasakan kesulitan yang dialami oleh saudara-saudara kita yang mengalami bencana erupsi gunung Sinabung tersebut. Kami berharap semoga bantuan yang kami berikan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan kiranya dapat mengurangi penderitaan dari para pengungsi korban bencana erupsi gunung Sinabung tersebut," kata ," ujar Hendrik Adrianto, Head of External Communication and CSR PT Trans Retail Indonesia, dalam keterangan tertulisnya yang diterima neraca.

Semangat kepedulian terhadap sesama masyarakat Indonesia juga dilakukan oleh Lippo Group. Sumbangan Kemanusiaan berupa natura, obat-obatan, selimut, perlengkapan sanitasi yang dibutuhkan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Presiden Lippo Group/Presiden Komisaris PT Lippo Karawaci Tbk, Theo L. Sambuaga kepada Posko Pusat Pengungsi Korban Letusan Gunung Sinabung. Selanjutnya bantuan tersebut akan didistribusikan ke berbagai lokasi pengungsian.

Selain menyerahkan bantuan melalui Posko Pusat Pengungsi Korban Letusan Gunung Sinabung, bantuan juga diserahkan langsung di tiga lokasi pengungsian di Kabanjahe, yaitu di Gereja Katolik, Mesjid Agung, dan GBKP Kabanjahe.

Presiden Komisaris PT Lippo Karawaci Tbk, Theo L. Sambuaga menuturkan, dari waktu ke waktu, Lippo Group selalu berupaya maksimal untuk memberikan bantuan, baik langsung ke masyarakat maupun pemerintah setempat, khususnya di saat bencana melanda. Lippo berharap kondisi yang tidak diinginkan ini bisa segera diatasi dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sediakala

"Lippo Group peduli terhadap masyarakat yang menderita akibat meletusnya Gunung Sinabung. Kami berharap bantuan berupa makanan, obat-obatan, dan peralatan lain yang diperlukan, bisa membantu meringankan penderitaan masyarakat yang dialami sekarang ini," ujar Theo L. Sambuaga.

Related posts