Tournament of Roses 2014

Menjaga kebudayaan merupakan kewajiban kita semua. Kebudayaan sendiri telah menjadi warisan budaya dunia, jadi setiap orang sebenarnya berhak mengenal dan ikut melestarikan kebudayaannya, yang terpeting tidak merubah dan melupakan asal kebudayaan tersebut. Menjaga serta melestarikan kebudayaan sendiri, khususnya kebudayaan Indonesia juga bukanlah sesuatu yang mudah, banyak hal yang harus diperhatikan khususnya menghadapi kebudayaan asing yang terus masuk ke Indonesia.

Peran serta pemerintah memang sangatlah penting dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan, namun peranan keluarga, instansi pendidikan bahkan masyarakat luas pun tidak kalah pentingnya dalam melestarikan kebudayaan. Pemerintah sendiri lewat berbagai acaranya terus memperkenalkan kebudayaan Indonesia, tidak hanya kepada masyarakat indonesia saja, namun ikut memperkenalkan Indonesia ke wajah internasional.

Kebudayaan pun tidak bisa dilepaskan dari keindahan alam Indonesia yang tidak kalah indahnya, kedua hal ini sangat berhubungan erat. Selain ikut memperkenalkan dan mengingatkan adanya harta karun yang tiada duanya di Indonesia ini, kebudayaan dan keindahan alam di Indonesia membuat bangsa Indonesia lebih menyadari bahwa Indonesia memang sangatlah kaya akan keindahan alam dan keindahan tradisi juga kebudayaan, yang tidak semua negara miliki.

Salah satu upaya pemerintah untuk terus menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia juga memperkenalkan keindahan alam Indonesia ialah dengan mengikuti acara-acara kebudayaan yang sering digelar diluar negeri. Biasanya pemerintah memperkenalkan kebudayaan dan keindahan alam Indonesia melalui parade-parade kebudayaan.

Setelah dua tahun berturut-turut sebelumnya, di awal 2014 ini kembali Indonesia meraih penghargaan dalam acara bergengsi Tournament of Roses(TOR) di Pasadena, California, Amerika Serikat. Parade Bunga Mawar tersebut berlangsung pada 1 Januari 2014 yang diikuti berbagai instansi dari seluruh negara bagian Amerika Serikat dan juga beberapa negara dunia. Tema parade tahun ini adalah "Dream Come True".

Dalam penyelenggaraan TOR 2014 yang ke-125 itu Indonesia yang diwakili Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berhasil meraih "Director`s Trophy". Kendaraan hias (float) Indonesia dinilai mempertunjukkan keahlian artistik luar biasa dalam tampilan desain dan floral.

Indonesia menampilkan kendaraan hias dengan tema "Wonderful Indonesia Paradise on Earth". Kendaraan hias itu berukuran panjang 18,3 meter dan lebar 6,7 meter serta tampil pada urutan 59 dari 90 peserta. Kendaraan tersebut menampilkan desain komodo dan keindahan Derawan di Kalimantan Timur serta atraksi penari.

Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Esthy Reko Astuty mengutarakan bahwa partisipasi Indonesia dalam acara TOR 2014 adalah untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di Amerika Serikat.

"Amerika Serikat dengan jumlah penduduk 313,8 juta merupakan pasar potensial dan sangat strategis untuk promosi pariwisata karena kontribusinya terhadap kunjungan wisman ke Tanah Air cukup besar dan dari tahun ke tahun meningkat".

Acara Tournament of Roses setiap tahunnya disaksikan langsung sekira satu juta orang serta 34 juta orang penonton siaran televisi di AS. Bagi Indonesia sendiri keikutsertaan dalam event ini merupakan ketiga kalinya setelah absen 16 tahun. Tahun 1995 Indonesia pernah ikut dan selalu dikenang masyarakat AS setelah mendapat penghargaan "Grand Marshall's Trophy" sebagai kendaraan hias dengan memiliki konsep dan desain paling kreatif.

Related posts