20 Kampus Lakukan KKN Bervisikan Maritim

Sebanyak 1.500 mahasiswa mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Wakatobi selama 2 bulan. Kegiatan tersebut menjadi wahana pemersatu mahasiswa Indonesia untuk bersama-sama membangun Indonesia menjadi bangsa yang berstrategi maritim menuju Indonesia Jaya dan Sejahtera.

NERACA

Mahasiswa selaku pemuda calon pemimpin di masa depan, disadari harus diberikan bekal sebelum menyelesaikan pendidikan dan langsung menjadi bagian masyarakat. Masyarakat dengan keanekaragaman budaya. Dalam hal ini, Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi sebuah wadah yang ikut berperan mengembangkan potensi kepemimpinan mahasiswa.

Ya, melalui KKN inilah, mahasiswa bisa langsung berada di tengah masyarakat untuk memberikan inovasi bagi masyarakat sehingga turut membantu mengembangkan masyarakat. Dan tentunya paling penting adalah mengakselerasi pembangunan daerah.

Beranjak dari hal tersebut, Universitas Halu Oleo (Unhalu) Kendari berkejasama dengan TNI AL, KKP dan Indonesia Maritime Institute (IMI) menyenggarakan KKN Nusantara di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Dengan KKN Nusantara, mahasiswa berkolaborasi dari Sabang sampai Merauke dengan terjun langsung ke masyarakat.

Kegiatan yang dilandasi oleh prinsip nasionalisme dan keanekaragaman Indonesia kali ini, bervisikan negara maritim. KKN Nusantara yang dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Wakatobi ini dikarenakan selama ini KKN hanya dilakukan di daratan utama Indonesia. Padahal, kondisi geografis wilayah Indonesia adalah Archipelagic atau kepulauan.

Ya, orientasi darat yang selama ini menjadi landasan dalam berpikir masyarakat sedikit demi sedikit bergeser menjadi orientasi ke laut. Pasalnya, potensi yang ada di laut nusantara tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat indonesia karena ketidaktahuan tentang kondisi geografis Indonesia.

Rektor UHO Prof. Dr. Usman Rianse mengatakan, gagasan KKN Nusantara adalah implementasi kecintaan UHO kepada NKRI. KKN yang melibatkan berbagai universitas se-Indonesia sebagai wahana bertukar informasi dan interaksi ilmu dan budaya sesama mahasiswa sebagai sesama anak bangsa. Harapannya akan terjalin silaturahmi dan interaksi budaya. “Sehingga memiliki kesamaan visi dalam membangun Indonesia sebagai sebuah negara kepualauan,” kata Usman.

KKN Nusantara dilaksanakan di pulau-pulau kecil dengan menggunakan KRI. Selain ditujukan untuk memberikan pengalaman baru bagi para mahasiswa, penggunaan KRI ini dimaksudkan agar para mahasiswa kelak menjadi pemimpin masa depan yang memiliki visi maritim.

Dalam pengarahannya kepada seluruh peserta KKN Nusantara, Laksda Ade Supandi menyampaikan tentang visi maritim, kondisi geostrategis Indonesia dan berbagai strategi untuk membangun NKRI yang berbasis maritim. TNI AL juga mendukung program-program kemahasiswaan untuk mencetak SDM yang berkualitas dan tangguh serta profesional.

“Kami juga menyambut baik rencana rektor UHO untuk melakukan kerjasama dengan TNI AL untuk program-program lainnya yang akan dilaksanakan selanjutnya,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil Kemeterian Kelautan dan Perikanan (KP3K-KKP) Rido M. Batubara menyampaikan, KKP akan terus mendukung upaya kampus untuk melaksanakan kegiatan kerja nyata di pulau-pulau kecil. Karena sejalan dengan salah satu tugas KKP untuk menyejahterakan masyarakat di pulau-pulau kecil dan terpencil. Bahkan Rido juga akan mendukung pendanaan pelakasanaan program KKN di Wakatobi yang sinkron dengan program yang sudah disusun Ditjen KP3K Tahun Anggaran 2014 ini.

Direktur Eksekuti IMI Y. Paonganan menambahkan, KKN Nusantara ini menjadi program nasional yang mendapat dukungan dari berbagai pihak khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Agar program ini menjadi salah satu program strategis dalam rangka membangun SDM yang profesional dan tangguh serta memiliki wawasan kemaritiman.

“KKN Nusantara yang dilaksanakan di pulau-pulau kecil dengan menggunakan KRI memberikan pengalaman baru bagi para mahasiswa sehingga lahirkan pemimpin masa depan yang memiliki visi maritim,” tutur dia.

Related posts