Pemerintah Gagalkan Penyelundupan Narkoba Rp29,6 Miliar

NERACA

Jakarta – Pemerintah berhasil menggagalkan 10 kasus upaya penyelundupan narkotika pada akhir tahun 2013. Melalui operasi pengawasan yang dilakukan selama periode malam Natal dan Tahun Baru 2013 kemarin telah disita 22 Kilogram (Kg) Methaphetamine. Estimasi nilai total barang tersebut sampai Rp29,6 miliar.

“Selama periode 26 Desember 2013 hingga 4 Januari 2014 kemarin kami memang menggelar operasi pengawasan penyelundupan narkoba ke Indonesia. Hasilnya kami berhasil menggagalkan 10 kasus dengan total kurang lebih 22 Kg Methaphetamine telah tersita dan terdapat 6,5 butir pil ekstasi. Prestasi ini kami peroleh melalui kerjasama dengan pihak Polri dan BNN (Badan Narkotika Nasional),” kata Kepala Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Agung Kuswandono di Auditorium Gedung B Kantor Pusat DJBC, Rabu (8/1).

Agung mengaku melalui pengagalan 10 kasus itu pihaknya mencatat sejumlah barang yang ditemukan memiliki nilai hingga Rp29,61 miliar. “Juga tidak kalah penting kita berhasil mengagalkan rusaknya masa depan anak muda kita. Sebab kita mengestimasikan sejumlah barang yang disita itu berpotensi merusak lebih dari 210.000 jiwa generasi muda.”

Kemudian Agung menjelaskan hingga saat ini Indonesia memang masih potensial menjadi pasar peredaran narkoba. Bahkan para pelaku penyelundupan juga terus melakukan improvisasi untuk memasukan barang tersebut ke Indonesia. Sehingga hal tersebut memang belum bisa dipecahkan secara tuntas.

“Kalau kita lihat kalau gerakan para penyelundup selalu pindah-pindah dengan pola yang tidak jelas. Maka kami juga mengira ada metode baru yang sebetulnya masih perlu dipelajari lebih dalam. Tapi penyelundupan narkoba juga sebetulnya sulit ditustaskan mengingat demand di pasar dalam negeri cukup tinggi,” tutur Agung.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bagian Humas BNN Kombes Pol Sumirat Dwiyanto mengatakan potensi pasar perdagangan narkoba di Indonesia memang masih menggiurkan. Pasalany berdasarkan penelitian BBN tahun 2011 saja Indonesia memiliki 4.000.000 konsumen aktif barang jenis narkoba. Dan kemungkinan angka it uterus meningkat hingga saat ini.

“Kami terus melakukan pengawasan dan penelitian untuk sampai pada gembong kakapnya. Di tahun 2014 ini ada beberapa orang yang juga kami awasi karena dianggap menjadi pedagang besar kelas internasional. Tapi maaf belum bisa dijelaskan,” tutur Sumirat.

Kemudian Sumirat mengatakan dari 10 pelaku yang tertangkap itu pihaknya juga berhasil menangkap William Tirtajaya. Pegawai marketing percetakan di Jakarta itu katanya merupakan lanjutan dari pengungkapan kasus penyitaan sabu-sabu seberat 6,1 Kg di Apartmen Pesona Bahari pada 28 Desember 2013 lalu. “Kepada petugas William mengaku tidak hanya sekali mengambil paket dari luar negeri dan menyerahkannya kepada penerima di Indonesia. Dari operasi itu pelaku juga mengaku dapat upay sebesar Rp20 juta sekali jalan,” pungkasnya. [lulus]

Related posts