BRI Menggelar "Untung Beliung Britama 2013"

NERACA

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk kembali menggelar salah satu program andalannya untuk para nasabah setianya, yakni dengan melakukan penarikan Program undian untung beliung Britama 2013.

“Kami senang dapat terus memberikan apresiasi kepada para nasabah setia Bank BRI. Melalui program Untung Beliung Britama yang kembali hadir dengan tema ‘Terbelit Untung’,” ucap Sekretaris Perusahaan BRI, Muhammad Ali di Jakarta, Rabu (8/1).

Ali menjelaskan, program undian berhadiah dari BRI ini juga merupakan salah satu wujud apresiasi terhadap nasabah yang telah bertransaksi menggunakan layanan e-Banking.

Dalam program ini, jutaan nasabah BRI dari Sabang sampai Merauke yang menabung di Tabungan BRI BritAma, Tabungan BRI Junio, Tabungan BRI BritAma Bisnis dan BritAma Valas akan dihitung poinnya, sejak Agustus-Desember 2013 dan berpeluang memenangkan beragam hadiah menarik dari BRI.

Perseroan menggelar pengundian tahap kedua untuk Regional 2 di Balikpapan, Selasa, 7 Januari 2013, yang mengundi 1 nominasi pemenang untuk Grand Prize (Range Rover Sport) atau Super Prize (Mercedes Benz S-Class), serta beragam hadiah lainnya, seperti Toyota Alphard, Honda Brio dan Smartphone.

Sebelumnya, BRI pada triwulan III tahun 2013 terus menunjukan pertumbuhan positif, BRI berhasil mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 15,2 triliun atau naik 17,01% year on year (yoy).

Direktur Bisnis UMKM, Jarot Kusumayat mengatakan, pencapaian laba bersih tersebut merupakan hal yang sangat positif ditengah kondisi makro ekonomi global dan domestik yang kurang kondusif, terutama dalam triwulan III 2013, tercermin pada trend kenaikan suku bunga dan inflasi.

Sedangkan untuk bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp 30,30 triliun atau naik sebesar 16,6% year on year. Peningkatan tersebut juga tampak dari net interest margin (NIM) BRI sebesar 8,25% di triwulan III, meningkat dari NIM di triwulan III 2013 sebesar 8,08%.

Jarot menjelaskan, capaian tersebut bersumber dari keberhasilan BRI dalam pengelolaan aktiva produktif, yang menghasilkan peningkatan pendapatan bunga dan pengelolaan liabilitas agar biaya dana tetap terjaga.

Transformasi bisnis yang dilakukan BRI dalam dua tahun brhasil meletakkan fundamental bisnis yang kokoh, terlihat dari pertumbuhan kredit BRI yang meningkat 29,96% secara year on year, dengan tetap menjaga Non Performance Loan (NPL) yang rendah yaitu 0,43% nett.

Bisnis mikro BRI juga terus membuahkan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan. Kredit mikro BRI tumbuh sebesar 26,86 persen year on year, meningkat dari triwulan III tahun lali, Rp 101,1 triliun menjadi sebesar Rp 128,22 triliun.

Pertumbuhan kredit mikro BRI tidak hanya menghasilkan peningkatan pinjaman, tetapi juga menghasilkan peningkatan jumlah debitur. Hingga akhir September 2013, jumlah debitur mikro BRI mencapai 6,1 juta orang.

"Dalam pengembangan bisnis mikronya, BRI berhasil menjangkau lebih banyak pengusaha kecil dan terdepan dalam usaha peningkatan financial inclusion di Indonesia," ungkap Jarot. [sylke]

Related posts