Tambah Empat Bioskop, Blitzmegaplex Listing Awal Tahun - Danai Modal Kerja Lewat Pasar Modal

NERACA

Jakarta- PT Graha Layar Prima (Blitzmegaplex) mengaku siap melaksanakan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offerig/IPO) di kuartal pertama tahun ini pasca melakukan mini expose di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini dilakukan untuk mengembangkan industri bioskop di tanah air.

Direktur Blitzmegaplex, Brata Perdana mengatakan, pihaknya berencana menambah empat bioskop baru pada tahun 2014. Saat ini, perseroan telah memiliki sepuluh bioskop yang tersebar di Jabodetabek dan luar pulau Jawa dengan 90-100 layar. “Melihat perkembangan industri bioskop, kami bakal menambah empat bioskop pada tahun 2014,” katanya di Jakarta, Rabu (8/1).

Perkembangan industri bioskop di tanah air, sambung dia, akan didukung oleh konsumsi domestik seiring pertumbuhan masyarakat kelas menengah Indonesia. Rencananya, selain dibangun di pulau Jawa, keempat bioskop yang akan didirikan nantinya juga menyasar pulau Batam.

Dari empat bioskop itu, perusahaan setidaknya akan menambah 20 layar. Sementara dalam tiga tahun mendatang, pihaknya berencana menambah hingga 15 bioskop dalam tiga tahun mendatang. “Kami sih per tahun tambah kira-kira 2-3 bioskop,” ujarnya.

Menurut dia, tercatat hingga tahun 2002, jumlah bioskop yang bertahan hanya tinggal 230 sampai 240 layar saja dari sebanyak 2.000 layar di tahun 1994. Sehingga hal ini mendorong manajemen perusahaan untuk terus menambah jumlah bioskop dengan prospek industri ini yang masih cukup bagus di Indonesia.

Namun sayangnya, dia enggan menyebut berapa besar nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun keempat bioskop tersebut. Yang jelas, sumber pendanaan untuk mendukung aksi penambahan empat bioskop ini akan didukung oleh kas internal Perseroan. “Saat ini belum ada pembicaraan untuk kerjasama dengan pihak lain,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, terkait pelaksanaan IPO perusahaan, saat ini sedang dalam proses guna memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk proses IPO-nya sendiri perusahaan menggunakan laporan keuangan September tahun 2013. "Kami menggunakan laporan keuangan Perseroan per September 2013, dan sudah lakukan mini expose hari ini di Gedung BEI untuk konsultasi atau melakukan tahap awal. Kami berharap tahun ini bisa listing,” jelasnya.

Dia optimistis, keputusannya untuk menggelar IPO di tahun pemilu sangat tepat, mengingat perkembangan industri konsumer termasuk bioskop cukup pesat dan sudah mendapat tempat di hati rakyat Indonesia. Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan, dirinya juga belum dapat memberikan penjelasan secara rinci terkait rencana IPO Blitzmegaplex. Yang jelas, dana yang diperoleh dari hasil IPO ini akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan."Blitzmegaplex berencana menambah modalnya guna mendukung ekspansi bisnis yang digelutinya saat ini. Oleh karena itu, mereka mencari pendaan melalui IPO. Sedangkan ekuitasnya saat ini dibawah Rp 500 miliar, dan asetnya kira-kira diatas Rp 500 miliar dikit," kata Hoesen. (lia)

Related posts