Beli Mesin, Suparma Raih Pinjaman US$ 20 Juta

Perusahaan kemasan PT Suparma Tbk (SPMA) meraih tambahan fasilitas pinjaman dari PT Bank ICBC Indonesia dan PT Bank Muamalat Indonesia dengan total mencapai US$ 20 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (8/1).

Disebutkan, perseroan mendapat fasilitas kredit import revolving sebesar US$ 10 juta dari Bank ICBC Indonesia. Sementara dari Bank Muamalat Indonesia, perseroan mendapatkan fasilitas pembiayaan jangka panjang dengan nominal sama dengan jangka waktu lima tahun dan masa tenggang satu tahun.

Rencananya, perseroan akan menggunakan fasilitas pinjaman tersebut untuk membeli mesin kertas nomor 9, yang akan memproduksi kertas tissue sebanyak 65 ton per hari. Dengan tambahan mesin kertas tersebut, maka kapasitas terpasang untuk produksi kertas perseroan meningkat sebesar 12,8% atau 25 ribu ton per tahun menjadi 220 ribu ton per tahun.

Pembelian mesin produksi kertas tissue ini memang dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas produksi kertas perseroan dalam rangka mengantisipasi meningkatnya permintaan kertas tissue di masa mendatang.

Adapun, investasi untuk pembelian mesin kertas nomor 9 sebesar US$ 25 juta. Mesin utama dibeli dari Metso Paper Sweden AB senilai US$ 11,3 juta. Mengenai kekurangan dana senilai US$ 5 juta untuk pembelian mesin tersebut, perseroan akan menggunakan kas internal. Saldo perseroan per akhir September 2013 tercatat sebesar Rp791,93 miliar. (bani)

Related posts