Ekspor 2014 Dipatok US$190 Miliar - Kondisi Ekonomi Global Membaik

NERACA

Jakarta – Pelamahan ekonomi yang mendera beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa telah berdampak pada pelemahan ekspor Indonesia. Dari Januari-November 2013, tercatat total ekspor Indonesia mencapai US$165 miliar. Sampai dengan akhir Desember 2013, Kementerian Perdagangan memprediksi ekspor bisa mencapai US$179 miliar. Sementara pada 2014, pihaknya menargetkan ekspor bisa mencapai US$190 miliar.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak menjelaskan bahwa pelemahan ekonomi beberapa negara maju telah berdampak pada ekspor Indonesia sehingga total ekspor 2013 mengalami penurunan sekitar 5% dari 2012 yang telah mencapai US$190 miliar. “Untuk di 2014, kita tingkatkan targetnya 5% atau sama seperti di 2012,” ungkap Nus saat ditemui di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (8/1).

Guna mencapai target tersebut, Kemendag masih mengandalkan 10 negara yaitu terdiri dari 5 negara tradisional dan 5 negara non tradisional. Negara tradisional diantaranya Amerika Serikat, Jepang, Korea, India dan China. Sementara negara non tradisional diantaranya Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin dan Eropa Timur.

Dari sisi produk, lanjut Nus, Kemendag masih mengandalkan 10 produk utama. Diantaranya adalah produk tekstil, elekteronik, produk karet, alas kaki, udang, kakao, kopi, makanan minuman, produk kerajinan, dan perhiasan. Pihaknya beralasan bahwa produk-produk tersebut adalah produk yang share nya cukup besar. “10 komoditas utama tersebut, share nya mencapai 47% terhadap total ekspor non migas. Misalnya untuk tekstil, itu pertumbuhannya mencapai 8%,” ucapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan melaksanakan 179 kegiatan promosi secara intensif dan terkoordinasi, baik di dalam dan luar negeri. Dari kegiatan promosi dimaksud, sebanyak 55% kegiatan akan dilaksanakan di wilayah pasar nontradisional, sedangkan 41% lainnya di wilayah pasar tradisional, dan sisanya dilaksanakan di dalam negeri.

“Sejalan dengan tujuan kami yaitu untuk meningkatkan ekspor nonmigas Indonesia. Kami telah menetapkan 179 program kegiatan promosi bersinergi dengan perwakilan Indonesia di luar negeri. Kegiatan tersebut mengambil format partisipasi pada pameran internasional, pelaksanaan misi dagang, dan in-store promotion. Disamping itu, Ditjen PEN juga kembali akan menyelenggarakan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-29 pada 8–12 Oktober 2014 dan mendukung kegiatan promosi di dalam negeri,” ujar Nus.

Kegiatan Promosi

Kegiatan promosi di luar negeri yang dilakukan Kementerian Perdagangan, sambung Nus, hal itu ditentukan berdasarkan informasi dan masukan mengenai pasar tujuan ekspor yang telah dikompilasi baik oleh Ditjen PEN maupun perwakilan Kementerian Perdagangan di luar negeri, yaitu 19 Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), 24 Atase Perdagangan, Konsul Dagang di Hong Kong, dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei. Melalui perwakilan perdagangan serta fungsi ekonomi perwakilan Indonesia lainnya dapat membantu mempercepat pengembangan ekspor Indonesia dengan memperkaya informasi mengenai pasar tujuan ekspor.

Ia juga menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan Kementerian Perdagangan antara lain Coaching Program yang telah dilaksanakan sejak tahun 2010 bekerja sama dengan Trade Facilitation Office (TFO) Kanada. Total UKM yang telah difasilitasi sampai dengan tahun 2013 adalah sebanyak 275 UKM. Sedangkan pada tahun 2014 target pesertanya adalah sebanyak 120 UKM. “Tujuan dari coaching program ini adalah agar para UKM potensial mampu menjalankan bisnis ekspor secara efektif dengan melakukan pembenahan dan penyempurnaan atas manajemen dan produksi. Dalam program ini juga dilakukan pendampingan saat berlangsungnya proses ekspor,” ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan memberikan tiket pesawat terbang gratis bagi calon pembeli asing yang akan datang ke Indonesia. “Jadi misi pembelian ini adalah kita meminta seluruh ITPC untuk membawa minimal 10 buyer dan kita akan bawa ke beberapa daerah bisa jadi promosi produk juga yang akan kita jual. Kita memberikan fasilitas misalnya akomodasi dan tiket pesawat dan buyer-nya kita seleksi dan cukup besar,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Pelaksana Corporate Loan Indonesian Exim Bank, Dwi Wahyudi menilai kinerja Ekspor Indonesia pada tahun ini diproyeksi meningkat dibanding tahun kemarin, meski situasi ekonomi global masih belum sepenuhnya membaik. Hal ini karena masih banyak potensi komoditas ekspor yang bisa dikembangkan, dengan meningkatkan nilai tambahnya seperti kakao, yang bisa diekspor sebagai barang jadi cokelat konsumsi.

Dwi menjelaskan, kinerja ekspor berbanding lurus dengan potensi pembiayannya . Oleh karena itu, dia mengaku optimistis pembiayaan ekspor tahun depan akan semakin meningkat, seiring pertumbuhan rata-rata pembiayaan hingga 31% pertahun. "Kami optimistis proyeksi pembiayaan meningkat pada 2014, karena masih belum menunjukkan kinerja yang buruk. Jadi, mereka (pasar tujuan ekspor) masih membutuhkan (barang-barang) kita. Contoh, cokelat, siapa yang bisa berhenti makan cokelat, lalu kopi dan lainnya," katanya.

Dwi juga mengatakan, kinerja ekspor komoditas juga tidak serta merta menurun, meskipun terjadi pembekuan sejumlah layanan pemerintah (shutting down) selama dua minggu terakhir di Amerika Serikat.

Related posts