Indah Kiat Kantungi Sertifikat ISO 50001

Produsen kertas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang merupakan anak usaha dari Asia Pulp & Paper (APP), menerima sertifikasi ISO 50001 untuk pabriknya di Tangerang Mill berkat keberhasilannya dalam memanajemen penggunaan energi. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (8/1).

Direktur Corporate Affairs and Communications APP, Suhendar Wiriadinata mengatakan, dengan pencapaian ini PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk - Tangerang Mill akan terus berkomitmen mendukung program-program konservasi energi dan penurunan emisi gas rumah kaca yang telah dicanangkan oleh pemerintah, “Penerapan Sistem Manajemen Energi ISO 50001 secara efektif telah mengoptimalkan pemakaian energi dan dengan ini diharapkan dapat menurunkan biaya energi dalam proses produksi sehingga produk yang dihasilkan oleh Tangerang mill memiliki daya saing yang semakin meningkat di pasar global saat ini,”ujarnya.

Sebagai informasi, ISO 50001 adalah standar internasional yang dikembangkan oleh ISO, Organisasi Internasional untuk Standardisasi dan berisi persyaratan sistem manajemen energi (ENMs). Kata Suhendar, PT Indah Kiat Pulp & Paper – Tangerang Mill merupakan pabrik pertama dari industri pulp & paper di Indonesia dan Asia Tenggara yang mendapat ISO 50001.

Disebutkan, ISO 50001 dicoba dan diujiberdasarkanmodelPLAN-DO-CHECK-ACT (PDCA) siklus manajemen sistem yang sudah dipahami dan dilaksanakan oleh organisasi di seluruh dunia, setelah Standar Sistem Manajemen ISO lainnya, seperti ISO 9001 dan ISO 14001.

Tujuan dari ISO 50001 adalah untuk memungkinkan organisasi untuk membangun sistem dan proses yang diperlukan untuk terus meningkatkan kinerja energi itu termasuk efisiensi energi, penggunaan dan konsumsinya. ISO 50001 ini dimaksudkan untuk mendorong pengurangan konsumsi energi, emisi gas rumah kaca dan dampak lingkungan lainnya yang terkait.

Lanjutnya, PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk – Tangerang Mill telah melaksanakan program pengehematan energi pada semua proses, termasuk aspek produksi, dimana perusahaan telah menerapkan standard yang mencakup, yaitu Perencanaan Energi, Implementasi dan Operasi, dan Pengecekan. Hal ini juga tidak lepas dari dukungan manajemen perusahaan untuk terus melakukan kegiatan konservasi energi sebagai bagian dari kebijakan perusahaan. (bani)

Related posts