Analisis Perhitungan Usaha Sablon

Selain menjanjikan, bisnis sablon sangat mudah untuk dilakukan. Tak hanya itu, bahkan boleh dibilang modalnya pun relatif kecil, dan yang pasti risiko bisnisnya pun sangat rendah. Apalagi di tahun 2014 ini, dimana beberapa bulan lagi Pemilu akan diselenggarakan di negeri ini, urusan omzet pun diperkirakan dapat bertambah lebih dari dua kali lipat.

Ya, pada dasarnya, bisnis ini bisa dimulai dengan modal kecil. Namun, semakin besar modal tentu saja usaha yang dijalankan akan semakin baik. Nah, jika modal cekak belanjakan uang untuk membeli peralatan sablon saja.

Modal untuk membeli bahan baku juga perlu Anda miliki karena biasanya konsumen membayar setelah pesanannya jadi. Jika Anda kesulitan mendapatkan modal awal, tidak ada salahnya bernegosiasi untuk mendapatkan bahan kaus di awal dan membayarnya belakangan. Sedangkan pengerjaannya Anda bisa melakukannya sendiri.

Sementara untuk lokasi usaha rasanya tidak memerlukan lokasi strategis, Bahkan, banyak usaha sablon berada di gang-gang sempit. Namun, jika modal yang Anda miliki cukup, tak ada salahnya memilih tempat yang strategis.

Seperti kebanyakan bisnis, bisnis sablon pun memiliki beberapa hambatan. Tetapi, hambatan utama bisnis ini terletak pada ketatnya persaingan serta pembayaran yang telat sering dilakukan konsumen. Tetapi, dengan strategi pasar yang baik hambatan-hambatan ini bukan tidak mustahil untuk dilewati.

Nah Berikut Ini analisis usaha sablon.

Modal Awal

Peralatan:

Komputer: Rp 3.000.000,00

Printer: Rp 700.000,00

Screen, alat sablon serta biaya lainnya Rp 1.300,000,00

Jumlah Rp5.000.000,00

Perlengkapan Promosi

Spanduk: Rp100.000,00

Brosur: Rp100.000,00

Alat tulis: Rp50.000,00

Rugi/Laba

Dengan asusmsi sedikitnya 500 potong ((baju, tas, dan lain sebagainya) X Rp 8.000,00) Rp 4.000.000,00

Cat sablon: Rp 800.000,00

Perlengkapan: Rp 250.000,00

Lain-lain: Rp 100.000,00

Jumlah Biaya Rp1.150.000,00

Laba bersih yang dihasilkan bisnis ini setidaknya mencapai Rp2.850.000,00

Perlu diketahui harga peralatan, perlengkapan, dan biaya-biaya usaha lainnya dapat berubah setiap waktu. Maka dari itu, sesuaikan dengan analisis harga dan biaya-biaya lain yang ada di lingkungan Anda.

Related posts