Pesta Politik Tidak Ciutkan Target Modernland Realty - Bidik Penjualan Rp 4 Triliun

NERACA

Jakarta – Meskipun tahun 2014 banyak kalangan memprediksi bakal terjadi perlambatan ekonomi dalam negeri, tidak membuat ciut PT Modernland Realty Tbk (MDLN) untuk agresif mengembangkan bisnis propertinya dan memasang target pertumbuhan lebih tinggi. Ditahun Kuda Kayu ini, perseroan membidik marketing sales mencapai Rp4 triliun.

Kata Investor Relations Modernland Realty, Cuncun Wijaya mengatakan, target ini diperoleh dari beberapa proyek perseroan, diantaranya residensial, industrial, dan penjualan ke Alam Sutera,”Kontribusi terbesar dari angka marketing sales akan diperoleh dari residensial sebesar Rp1,7 triliun,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Kemudian sisanya, diperoleh dari industrial sebesar Rp1,1 triliun dan penjualan lahan ke Alam Sutera sebesar Rp1,2 triliun. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan fokus untuk proyek residential pada pembangunan township di project Jakarta Garden City cakung Jakarta Timur.

Sementara untuk industrial, kata dia, selain penjualan lahan industri perseroan juga akan mengembangkan ready made WTarehouse di Cikande. Dirinya menuturkan, proyek Jakarta Garden City yang baru saja rampung proses akuisisinya juga diproyeksikan dapat menghasilkan sekitar Rp1,7 triliun atau mencapai 42,5%.

Menurutnya, dari proyek ini perseroan akan merilis proyek rumah tapak untuk menggenjot kinerja,”Kami juga akan membangun fasilitas komersial berupa area retail dan hiburan, sekolah, rumah sakit, perkantoran, dan mal di wilayah Jakarta Garden City,”paparnya.

Disamping itu, perseroan mengklaim pemilihan umum (Pemilu) tahun ini tidak terlalu berdampak signifikan pada kinerja keuangan. Alasannya, lokasi residential perseroan yang fokus tidak di luar Jakarta, melainkan di dalam Jakarta. Seperti proyek Jakarta Garden City yang berada di lokasi Cakung Jakarta Timur, di mana populasi demand atas perumahan berpusat di Jakarta.

Lanjut Cuncun Wijaya, ekonomi dan politik di masa sekarang tidak terlalu bersinggungan seperti dulu. Sehingga, para customer yang membutuhkan rumah sebagai pemenuhan kebutuhan pokok papan, tetap akan malakukan atau merealisasikan pembelian rumahnya tanpa terlalu dipengaruhi politik,”Sehingga kami optimistis untuk dapat mencapai target yang telah perseroan tentukan,"tandasnya.

Sementara, terkait dengan adanya kebijakan loan to value (LTV), kata Cuncun, permintaan rumah tapak masih tergolong tinggi terutama untuk masyarakat yang belum memiliki rumah. Namun, pihaknya mengakui tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang memiliki niat untuk investasi dalam properti, harus mengeluarkan uang muka ekstra dan pembelian harus dilakukan menunggu rumah selesai dibangun.

Sehingga dampaknya, kata dia, akan pada cashflow perseroan saja, namun untuk demand masih tetap tinggi. Pihaknya juga berencana untuk dapat mengakuisisi lahan seluas 1.000 hektare (ha). Di mana, sekitar 400 ha merupakan lahan yang diperuntukkan di kawasan industri, dan 600 ha sisanya untuk menambah lahan di wilayah Timur Jakarta.

Sementara Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk, William Honoris mengatakan, untuk mendukung aksi tersebut, perseroan akan siap menyuntikkan dana yang diambil dari hasil transaksi penjualan tanah ke Alam Sutera.

Selain untuk akuisisi, dana ini juga rencananya akan digunakan untuk pengembangan beberapa proyek Modernland lainnya. Sedangkan untuk penjualan di kawasan industri, setiap tahunnya perseroan menargetkan dapat menjual lahan seluas 100 ha. Ditargetkan, perseroan dapat menambah kepemilikan lahan menjadi 600 ha hingga akhir 2013. (bani)

Related posts