Penurunan Lot Saham Belum Efektif - Upaya Menarik Minat Investor

NERACA

Jakarta – Momentum penurunan lot saham di awal tahun 2014, dinilai belum efektif meningkatkan likuiditas pasar dan sebaliknya kalah pamor dengan penurunan IHSG, “Sampai saat ini masih belum menarik, hal ini terlihat dari likuiditas yang tidak terlalu tinggi yang tidak memuaskan apresiasi pasar”, kata Analis Danareksa Sekuritas, Lucky Bayu Purnomo di Jakarta, Senin (6/1).

Menurutnya, melemahnya IHSG lebih mendominasi keputusan pelaku pasar untuk menahan diri masuk ke pasar dibandingkan penurunan lot saham yang diharapkan dapat menarik minat investor. Oleh karena itu, untuk menilai efektif tidaknya penurunan lot saham ini, menurut dia tidak bisa dalam waktu dekat melainkan jangka panjang.

Dia memastikan penurunan lot saham akan menarik minat dan jumlah investor khususnya ritel karena memudahkan investor untuk masuk ke pasar saham dan lebih terjangkau.“Namun, untuk jangka pendek ini belum dapat dilihat dan justru kurang bagus momentumnya karena berbarengan dengan merosotnya IHSG di awal tahun 2014”, ujarnya.

Kata Lucky, pelaku pasar juga masih belum memahami arah bursa akan kemana. Karena itu, dirinya memprediksi pada Februari 2014, pelaku pasar baru akan melihat arah bursa dan bersiap masuk lagi ke pasar. “Kemungkinan setelah kuartal pertama 2014 baru banyak investor yang masuk untuk menikmati penurunan lot saham ini”, katanya.

Dia juga menganjurkan kepada pihak otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus menyosialisasikan penurunan lot saham ini. Karena kemungkinan banyak calon investor yang memiliki kapabilitas untuk masuk ke pasar saham belum mengetahui adanya penurunan ini.“Seperti di AS, yang semakin banyak investor masuk pasar modal setelah jumlah lot saham diturunkan, dan likuiditas di sana semakin tinggi”, katanya.

Meskipun semakin terjangkau bagi investor ritel, kondisi pasar dan IHSG yang masih belum kondusif, dinilai Lucky harus diwaspadai. Dia menghimbau kepada pelaku pasar untuk menahan diri dan baru masuk ke pasar pada Maret 2014. Alasannya, pada bulan ketiga itu akan terlihat kondisi pasar yang mulai membaik.“Dengan kondisi yang mulai membaik, dapat dimanfaatkan untuk masuk ke pasar dan membeli saham-saham yang tentunya dengan cukup terjangkau”, ungkapnya.

Kemudian dengan adanya Pemilu khususnya presiden, justru akan semakin meramaikan kondisi pasar. Pasalnya, pesta rakyat lima tahun sekali itu merupakan kondisi yang tidak dapat dipastikan dan justru membuat pelaku pasar bisa berspekulasi.“Untuk jangka pendek pelaku pasar bisa memanfaatkan ketidakpastian kondisi jelang ataupun saat pemilu”, katanya.

Dalam sepekan ini, bagi yang sudah masuk ke pasar dia menghimbau unutk tetap melirik saham-saham yang memiliki kapitalisasi besar dan BUMN. Beberapa nama emiten yang disebutkan untuk dilirik adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan Bank BRI (BBRI).

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, penurunan jumlah lot saham dari 500 menjadi 100 dapat meningkatkan transaksi harian saham hingga Rp7 triliun per hari. Dia juga menepis pandangan beberapa kalangan yang menilai negatif pengurangan lot saham ini. (nurul)

Related posts