Profit Taking Masih Hantui Pergerakan IHSG

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham Senin awal pekan kemarin, indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 54,854 poin (1,29%) ke level 4.202,809. Sementara Indeks LQ45 jatuh 9,789 poin (1,38%) ke level 699,558. Padawal sejak diawal perdagangan, indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat. Namun derasnya aksi ambil untung yang dilakukan investor domestik dan asing tidak henti-hentinya terjadi sejak pembukaan perdagangan, memicu indeks BEI terkoreksi.

Analis Danareksa Sekuritas, Lucky Bayu Purnomo mengatakan, aksi ambil untung merontokkan IHSG menyusul langkah pelaku pasar saham yang sedang melakukan kajian pada awal tahun,”Pada awal tahun biasanya pelaku pasar sedang berspekulasi dengan kecenderungan melepas saham, hal itu dilakukan untuk mencari karakter saham-saham domestik," ujarnya di Jakarta, Senin (6/1).

Menurut dia, dalam kondisi itu indeks BEI cenderung bergerak melemah hingga pertengahan Januari. Namun, setelah itu merupakan momentum penguatan bagi indeks BEI. Dia menambahkan, bursa saham eksternal yang cenderung berada dalam area negatif juga menjadi salah satu faktor indeks BEI dalam tekanan.

Dirinya memproyeksikan, indeks BEI Selasa akan bergerak di kisaran 4.100-4.200 poin. Sementara analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan, saham-saham di bursa domestik kembali terkena aksi jual oleh pelaku pasar menyusul potensi perlambatan ekonomi regional Asia,”Rekomen bagi pelaku pasar untuk melakukan perdagangan untuk jangke pendek,”tuturnya.

Dia merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan pada Selasa (7/1) diantaranya, Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Kawasan Industri Jababeka (KIJA), Holcim Indonesia (SMCB), Surya Semesta Internusa (SSIA).

Pada perdagangan Senin awal pekan kemarin, dua sektor masih bertahan di zona hijau, yaitu sektor aneka industri dan manufaktur. Penguatan dua sektor ini gagal mendorong indeks ke teritori positif. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 139.394 kali pada volume 2,631 miliar lembar saham senilai Rp 3,061 triliun. Sebanyak 60 saham naik, sisanya 232 saham turun, dan 76 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia kompak melemah hingga penutupan perdagangan awal pekan. Bursa saham Jepang yang terkena koreksi paling dalam hingga lebih dari dua persen. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 325 ke Rp 20.325, Unilever (UNVR) naik Rp 250 ke Rp 26.750, Indomobil (IMAS) naik Rp 100 ke Rp 4.875, dan Centris (CMPP) naik Rp 100 ke Rp 590. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 79.000 ke Rp 1,12 juta, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 1.650 ke Rp 6.650, Astra Agro (AALI) turun Rp 1.425 ke Rp 22.050, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 850 ke Rp 61.550.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melemah 38,601 poin (0,91%) ke level 4.219,062. Sementara Indeks LQ45 anjlok 7,178 poin (1,01%) ke level 702,169. Tiga sektor masih bertahan di zona hijau, yaitu sektor aneka industri, konsumer, dan manufaktur. Penguatan tiga sektor ini belum berhasil mendorong indeks ke teritori positif.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 81.645 kali pada volume 1,298 miliar lembar saham senilai Rp 1,499 triliun. Sebanyak 75 saham naik, sisanya 197 saham turun, dan 65 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia kompak melemah di zona merah hingga sesi pertama. Bursa saham Jepang anjlok paling dalam di antara bursa regional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 175 ke Rp 26.675, Indocement (INTP) naik Rp 150 ke Rp 20.150, Astra Internasional (ASII) naik Rp 100 ke Rp 6.850, dan Cita Mineral (CITA) naik Rp 95 ke Rp 485. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 1.300 ke Rp 7.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 900 ke Rp 61.500, Astra Agro (AALI) turun Rp 700 ke Rp 22.750, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 600 ke Rp 26.650.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 1,91 poin atau 0,05% menjadi 4.259,58. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,49 poin (0,07%) ke level 709,84. Kemudian berikutnya, indeks BEI berbalik arah ke area negatif atau melemah sebesar 21,10 poin (0.50%) menjadi 4.236,56,”Indeks BEI dibuka menguat, namun pergerakan mayoritas bursa regional yang berada di area negatif membalikan arah IHSG," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada.

Menurut Reza, pada pekan ini bursa saham domestik akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan mencoba bertahan dari pelemahan terutama merespon data dari inflasi Eropa serta "Purchasing Managers Indexs" (PMI) China yang akan dirilis.

Sementara itu, Analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung mengatakan pernyataan gubernur the Fed Philadelphia bahwa kebijakan suku bunga rendah di AS harus segera diakhiri menjadi salah satu sentimen negatif.

Selain itu, lanjut dia, sentimen di pasar uang domestik dan obligasi juga belum membaik, IHSG akan melanjutkan koreksinya namun masih terbatas. Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 172,16 poin (0,75%) ke level 22.645,12, indeks Nikkei turun 399,55 poin (2,45%) ke level 15.888,68 dan Straits Times menguat 4,23 poin (0,14%) ke posisi 3.135,70. (bani)

Related posts